Diduga Bawa Etomidate, WNA Italia Dideportasi Lewat Bandara YIA
WNA Italia berinisial PZ dideportasi melalui Bandara YIA setelah diperiksa BNNP DIY terkait temuan cairan yang diduga mengandung etomidate.
Ilustrasi anggaran/APBN - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO —Anggaran makan bergizi gratis (MBG) yang awalnya dianggarkan melalui APBD 2025 kini sudah dialokasikan ke sektor lain. Sebab karena penganggaran MBG akhirnya menggunakan APBN bukan dari dana pemerintah daerah. Hal tersebut berlaku juga di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo.
BACA JUGA: Kawasan Paralayang Dibangun di Bukit Menoreh
Alokasi anggaran MBG ke sektor lain sudah ditetapkan dalam APBD perubahan 2025. Lantaran APBD Kulonprogo tidak digunakan untuk MBG. "Anggaran yang tidak jadi untuk MBG itu anggaran tahun 2025 dan sudah disahkan dalam APBD perubahan," ujar Anggota Badan Anggaran DPRD Kulonprogo, Yuli Yantoro saat dihubungi, Kamis (18/9/2025).
Menurutnya, dalam APBD perubahan tersebut anggaran MBG banyak pergeseran-pergeseran yang dilaksanakan eksekutif. Namun dia tidak bisa membeberkannya. Sedangkan APBD perubahan 2025 ini sudah ditetapkan sejak Agustus lalu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Triyono menambahkan anggaran MBG untuk 2025 ini sekitar Rp14 miliar lebih yang sudah direalokasi ke sektor lain. Menurutnya anggaran tersebut sudah digunakan untuk memenuhi program kegiatan lain. Termasuk menjadi penambah kemampuan keuangan pada saat pembahasan perubahan APBD.
"Anggaran MBG kan 14 miliar lebih terus kita masukan di kemampuan kedua di perubahan APBD sehingga ada tambahan untuk keuangan daerah," ucapnya. Triyono menyampaikan, alokasi anggaran MBG tersebut di untuk mendukung pelaksanaan kegiatan program OPD termasuk untuk DPRD Kulonprogo. Namun, tentunya semuanya dilihat sesuai dengan kemampuan keuangannya.
Ketika realokasi anggaran MBG tidak cukup sehingga tidak bisa dipaksakan. "Kalau tidak cukup dirasionalisasi usulannya sehingga hasil akhir harus balance antara uang yang ada dengan program kegiatan yang tertuang di APBD," tuturnya.
Anggota Banggar DPRD Kulonprogo, Agung Raharjo mengungkapkan anggaran MBG itu untuk mendanai program pembangunan yang mengalami efisiensi. Sehingga masih bisa ada 11 paket jalan dan JPO yang dilaksanakan tahun ini di tengah efisiensi.
Namun jumlah itu tidak menampung semuanya, hanya sebagian sehingga ada yang tidak mendapat penganggaran. "Sayangnya penyerapannya dari anggaran MBG itu lambat sampai saat ini," ungkapnya. Menurutnya, harusnya dimulai Februari sampai Maret tetapi baru dimulai September ini sehingga lambat dalam penyerapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WNA Italia berinisial PZ dideportasi melalui Bandara YIA setelah diperiksa BNNP DIY terkait temuan cairan yang diduga mengandung etomidate.
Disdik Sleman merehabilitasi 15 SMP negeri pada 2026 dengan anggaran Rp2,2675 miliar. Kerusakan bangunan didominasi atap dan kayu keropos akibat rayap.
Prabowo memerintahkan ESDM, Pertamina, dan Danantara memeriksa kontrak distribusi minyak setelah keterlambatan pasokan di Bali.
DPC PDIP Kota Jogja menggelar kaderisasi bagi 64 peserta di Kaliurang untuk memperkuat ideologi, disiplin, dan komitmen memperjuangkan rakyat.
Bulog Banyumas menyalurkan 31.904,3 ton beras SPHP sepanjang 2026. Stok beras di gudang mencapai 61.000 ton untuk menjaga stabilitas harga.
Turnamen 9-Ball Rex Biliar di Sleman diikuti 64 peserta dari DIY untuk mengasah kemampuan dan mendukung regenerasi atlet menuju Porda 2027.