MUSIM HUJAN : Talut di Bener & Surokarsan Rawan Longsor

Warga menyusuri talut Kali Pepe yang ambrol di Kampung Baben, Kepatihan Kulon, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Selasa (14/4/2015). Warga berharap talut yang longsor itu segera diperbaiki dinas terkait karena kawasan itu rawan longsor saat volume air Kali Pepe meningkat pada musim penghujanan yang saat ini belum juga berakhir. (Ivanovich Aldino/JIBI - Solopos)
09 Desember 2015 22:55 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Musim hujan ini rawan terjadi sejumlah bahaya. Diperlukan antisipasi memadai.

Harianjogja.com, JOGJA - Hadapi musim hujan, Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Jogja terus meningkatkan pengawasan kondisi talud di berbagai sungai yang mengalir di wilayah tersebut karena saat ini Yogyakarta.

"Ada beberapa titik talud yang patut diwaspadai karena kondisinya sudah mulai rusak dan bisa mengancam bangunan di atasnya," kata Kepala Bidang Drainase dan Pengairan Dinas Kimpraswil Kota Jogja Aki Lukman seperti dilansir dari Antara, Rabu (9/12/2015).

Menurut dia, talud yang rawan longsor apabila hujan turun dengan intensitas yang cukup deras berada di bantaran Sungai Winongo, tepatnya di Bener Kecamatan Tegalrejo dan di Sungai Code tepatnya di Surokarsan.

Talud rusak di Bener mengancam pondasi rumah yang ada di atasnya sehingga perbaikan perlu melibatkan warga sekitar. Sedangkan talud di Surokarsan sudah rusak sejak April akibat terjangan air Sungai Code yang meluap saat hujan deras.

Khusus talud di Surokarsan, Aki meminta agar masyarakat tidak khawatir karena Pemerintah Kota Yogyakarta sudah memasukkan pekerjaan perbaikan talud pada APBD 2016. Seharusnya, perbaikan talud di Surokarsan dilakukan tahun ini, namun tidak ada peminat pada lelang terbuka sehingga lelang dinyatakan gagal.

Talud di Surokarsan rusak sepanjang 35 meter dan Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta menganggarkan dana sekitar Rp550 juta untuk perbaikan talud.

Meskipun sudah memetakan titik-titik talud yang rawan rusak saat musim hujan, namun pada Selasa (8/12) sore terjadi longsoran tebing sungai yang tidak diperkirakan sebelumnya. Longsoran di Jatimulyo Kricak tersebut bahkan merusak instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal.

Tebing di Sungai Winongo tersebut longsor sepanjang 12 meter dengan ketinggian 14 meter. Longsoran terjadi pada saat hujan lebat mengguyur Yogyakarta. Di atas tebing yang longsor sedang dilakukan pembangunan rumah untuk pondokan.