KEKURANGAN PNS GUNUNGKIDUL : 300 Guru Pensiun, SD Andalkan GTT

JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra KumalaSaptaningrum, 42, mengajar di kelas II SD Negeri Mijen 2, Jebres, Solo, Rabu (12 - 2). Guru kelas tersebut sudah menjadi tenaga honorer selama 15 tahun dan tidak lolos pada rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kota Solo.
01 Februari 2016 15:55 WIB Uli Febriarni Gunungkidul Share :

Kekurangan PNS Gunungkidul tahun ini akan ditindaklanjuti dengan pengangkatan guru tidak tetap (GTT)

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sedikitnya ada 300 orang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan memasuki masa pensiun. Menghadapi kondisi ini, sejumlah Sekolah Dasar (SD) mengandalkan kehadiran dan kinerja Guru Tidak Tetap (GTT).

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan saat ini ada sekitar 300 guru yang memasuki masa pensiun pada 2016 ini, dengan masa akhir bekerja yang berbeda-beda, dengan jumlah guru PNS di SD 4.000 orang, Bahron menyebut Disdikpora jelas mengalami kekurangan tenaga guru PNS. Ditambah lagi, secara umum pihaknya masih membutuhkan sekitar 800 guru PNS untuk menjadi tenaga pengajar SD.

"Kami tidak bisa berbuat banyak karena Disdikpora hanya menunggu formasi yang bisa disetujui oleh Kementerian, sedangkan untuk 2016 kami masih belum tahu apakah ada formasi guru SD bagi kami [Gunungkidul]. Jadi saat ini sejumlah sekolah hanya bisa mengandalkan GTT," jelasnya, Minggu (31/1/2016).

Meski demikian Disdikpora Kabupaten Gunungkidul menambahkan, pihaknya tetap berusaha untuk meningkatkan kompetensi para GTT, dengan mengikutsertakan mereka dalam pembinaan dan sejumlah pelatihan yang diikuti dengan guru PNS.