PERAMPOKAN SLEMAN : Pelaku Mengaku Butuh Uang untuk Biaya Pengobatan Anak

Ilustrasi tahanan perempuan (lesbian.com)
03 Februari 2016 07:55 WIB Sunartono Sleman Share :

Perampokan Sleman dilakukan seorang perempuan yang melamar bekerja sebagai PRT.

Harianjogja.com, SLEMAN-Warga asal Cipanyi RT08/RW04 Umbuljaya Banjarsari Lebak Banten yang tinggal di indekos Jalan Mataram Kota Jogja, Endah, 25 mencuri harga milik majikan senilai Rp200 juta. Polisi menyelidiki kasus itu selama tiga bulan dan meringkus pelaku yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) itu pada Senin (1/2/2016).

Adapun korbannya adalah Pujiastuti warga Pogung Dalangan 272B RT10/RW50 Sinduadi, Mlati, Sleman.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar menjelaskan, korban baru sadar kehilangan barang berharga pada hari pertama tersangka bekerja. Tepatnya, pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB saat pulang dari tempat ibadah. Pintu rumah dalam keadaan terbuka dan di sejumlah kamar berantakan serta barang di di almari telah raib.

"Saat itu tersangka dicari sudah tidak ada dan pergi dari rumah," kata dia.

Harta korban yang diambil tersangka total senilai Rp200 juta terdiri atas uang senilai Rp1,2 juta, anting-anting berlian, mutiara, berlian jepit, masing-masing sepasang. Kemudian emas murni empat pasang, kalung emas 24 karat 50 gram, kalung emas empat buah, liontin rangka emas, rangka emas tanpa liontin, enam gelang berlian, sembilan gelang emas dan enam cincin emas.

Barang tersebut telah dijual oleh tersangka. Polisi hanya mendapatkan barang bukti yang belum sempat terjual yaitu sepasang anting-anting batu dan mutiara, lion dan kalung masing-masing satu buah.

Tersangka Endah berdalih nekat mengasak harta milik korban karena suaminya tidak mencukupi kebutuhannya. Uang hasil penjualan perhiasan curian itu, kata dia, dipakai untuk biaya pengobatan anaknya yang sakit-sakitan.

"Saya ke Banten, pakai uang itu untuk biaya berobat anak. Suami saya OB di Jakarta tapi hubungan kami kurang baik," ucap Endah.