TANAH LONGSOR KULONPROGO : Jalur Menuju Kebun Teh Sempat Ditutup

Sebuah alat berat berupa backhoe dikerahkan untuk membersihkan sisa material longsor yang menutupi ruas jalan Pasar Plono menuju area perkebunan teh, tepatnya di wilayah Dusun Nglinggo Timur, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo, Senin (8/2/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI - Harian Jogja)
09 Februari 2016 12:20 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Tanah longsor Kulonprogo sempat menyebabkan jalan menuju kebun tenh ditutup

Harianjogja.com, KULONPROGO-Pembersihan sisa material longsor yang menutupi ruas jalan Pasar Plono menuju area perkebunan teh, tepatnya di wilayah Dusun Nglinggo Timur, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo dilakukan dengan mengerahkan alat berat, Senin (8/2/2016).

Akses jalan ditutup sementara selama pembersihan yang diperkirakan membutuhkan waktu sehari.

Kapolsek Samigaluh, AKP Lucia Sri Hartati mengatakan, penutupan akses jalan menuju perkebunan teh dilakukan demi mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi longsor.

Pengoperasian alat berat juga dinilai akan lebih mudah dan efisien jika tidak ada kendaraan lain yang melintas. “Jalur wisata ke kebun teh ditutup sementara sampai upaya pembersihan selesai dilakukan. Kurang lebih butuh waktu satu hari,” ungkap Lucia.

Menurut Lucia, masyarakat masih harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana longsor di wilayah Samigaluh.
Sejak peristiwa naas yang menewaskan Kepala Dusun Nglinggo Timur pada Rabu (3/2/2016) lalu, longsor-longsor kecil masih kerap terjadi akibat kondisi tanah yang cenderung labil.

Alat berat berupa backhoe yang didatangkan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo pagi itu pun sempat dihentikan sementara dan ditarik mundur.

Hal itu karena longsor susulan kembali terjadi saat backhoe baru beroperasi selama kurang dari 10 menit. Setelah kondisi dinyatakan lebih aman, backhoe kembali dikerahkan untuk membersihkan jalan dari tanah, bongkahan batu, serta sisa pohon tumbang.

Selanjutnya, warga sekitar bersama relawan menyemprotkan air untuk membersihkan sisa tanah agar jalan aspal tidak licin saat dilalui kendaraan lagi nantinya.

Kepala Desa Pagerharjo, Widayat mengatakan, penutupan akses jalan menuju perkebunan teh selama satu hari perlu dikaji ulang. Dia mengaku akan berkoordinasi lebih lanjut dengan sejumlah pihak terkait soal kemungkinan adanya perpanjangan penutupan jalur wisata itu.

“Kami akan tetap memantau curah hujan yang masih tinggi dan sering ada longsor kecil. Jika memang mengkhawatirkan, lebih baik jalan tetap ditutup sebagai langkah antisipasi,” ucap Widayat.

Sementara itu, sejumlah wisatawan tampak kecewa ketika mengetahui akses jalan satu-satunya menuju area perkebunan teh ditutup sehingga harus balik kanan. Meski begitu, ada juga yang mencoba bertahan sembari berharap jalan segera dibuka kembali.

“Maunya ya sampai sana [kebun teh] jadi menunggu pembersihannya selesai. Kalau terpaksanya memang enggak bisa, mungkin nanti bakal cari tempat wisata lain di sekitar sini,” kata Nurul Ratri Anggraeni, wisatawan asal Bantul.