IPLT WUKIRSARI : Ditolak Warga, Rencana Pembangunan Tetap Berlanjut

10 Februari 2016 07:55 WIB Gunungkidul Share :

IPLT Wukirsari masih menuai protes.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Rencana pembangunan Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja (IPLT) di Dusun Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari yang sempat ditolak oleh warga beberapa waktu lalu akan tetap dilanjutkan oleh pemerintah pusat. Penolakan yang dilakukan oleh warga tersebut didasari kekhawatiran akan berdampak buruk bagi lingkungan di Dusun Wukirsari.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Gunungkidul, Eddy Praptono mengungkapkan, proyek pembangunan instalasi tersebut merupakan proyek pemerintah pusat, pihaknya hanya menyediakan lahan untuk pembangunan instalasi tersebut.

"Kami (PU) hanya menyediakan lahan saja. Terkait dengan prosesnya, nanti akan bersama-sama dibicarakan lagi dengan pusat, yang jelas akan tetap dilanjutkan," katanya, Selasa (9/2/2016).

Terkait dengan penolakan warga, Eddy belum membahas hal tersebut lebih lanjut. Namun dalam pembangunannya ia akan melibatkan pihak-pihak terkait seperti Kepala Desa Baleharjo dan warga setempat. Dalam rencana pembangunannya nanti akan melihat percontohan pengolahan limbah tinja di Kabupaten Kulonprogo.

"Sampai saat ini belum ada keputusan penerimaan atau penolakan oleh warga setempat, nanti kami akan lanjutkan komunikasinya dulu," lanjut Eddy.

Dinas PU belum mampu memberikan keterangan lebih lanjut perihal waktu pasti pembangunan IPLT. Pihaknya masih mengikuti keputusan dari satuan kerja di pemerintah pusat, karena dana pembangunan secara keseluruhan merupakan anggaran dari pusat. Eddy pun menambahkan bahwa IPLT memang jelas dibutuhkan oleh daerah agar tersedia tempat yang terpusat untuk pengolahan limbah tinja. Prosesnya nanti turut memerhatikan dan melakukan analisis dampak lingkungan yang akan bekerjasama dengan Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan (KAPEDAL). Sedangkan rencananya, proses tahapan awal yang akan dilakukan yakni pembebasan lahan.

"Saat ini lahan belum ada, karena belum dibebaskan untuk menentukan titik penempatan instalasi. Kami menunggu kesepakatan pasti dari hasil komunikasi dengan Pemerintah Desa dan Warga Wukirsari," pungkasnya.