Advertisement
Pengelola Wisata Tebing Breksi Siapkan Tim Ganjal Ban
Tebing Breksi / dok Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pengelola wisata Tebing Breksi akan menyiapkan tim ganjal ban untuk mencegah kecelakaan lalu lintas apabila kendaraan roda empat melorot lantaran tidak kuat menanjak. Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman juga memberi perhatian terhadap kondisi jalan menuju Tebing Breksi.
Pengelola Wisata Tebing Breksi, Kholik Widiyanto, mengatakan ia telah mempersiapkan personel jaga jalan (tim ganjal ban) dan sejumlah rambu peringatan yang akan dipasang di beberapa titik.
Advertisement
“Jalan menuju Tebing Breksi memang terjal dan beberapa titik jalan menyempit, belum lagi ada tikungan tajam. Kalau pengunjung ramai memang harus dijaga. Rambu-rambu peringatan penggunaan gigi rendah perlu juga,” kata Kholik dihubungi, Kamis (11/12/2025).
Selain personel ganjal ban, Kholik juga menyiapkan personel buka tutup jalan. Personel-personel yang akan bersiap menjaga jalan berasal dari karyawan atau pelaku wisata Tebing Breksi, Linmas Kalurahan Sambirejo, karang taruna dusun, dan relawan kalurahan. Mereka akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten agar penyelenggaraan wisata berjalan lancar.
BACA JUGA
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Heri Kuntadi, memprediksi jalur wisata yang akan sangat padat adalah jalur yang mengarah ke Kawasan Wisata Kaliurang dan Tebing Breksi. Ia akan menyiapkan petugas untuk melakukan monitoring secara ketat.
“Kami akan melakukan pengamanan dan pemantauan lewat Area Traffic Control System (ATCS),” katanya.
Lebih jauh, Heri menyampaikan ada tiga situasi umum yang akan mewarnai penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini. Pertama, keinginan masyarakat untuk melaksanakan libur Natal dan pergantian tahun baru. Kedua, terjadinya cuaca ekstrem, bencana tanah longsor, banjir, dan gempa. Ketiga, masih terdapat masyarakat yang melanggar kebijakan pemerintah.
Adapun tiga potensi kerawanan lalu lintas angkutan Nataru, antara lain peningkatan volume masyarakat yang menuju lokasi wisata dan tempat ibadah serta lokasi yang menjadi konsentrasi pada perayaan tahun baru 2026, lalu peningkatan volume antarmoda transportasi angkutan umum (terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara), dan terjadinya bencana yang akan menghambat pergerakan masyarakat serta distribusi logistik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bapanas: Stok Beras 47,1 Juta Ton di 2026, Indonesia Diklaim Surplus
Advertisement
Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026
Advertisement
Berita Populer
- Progres 80 Persen, 10 Gerai KDMP Gunungkidul Rampung Akhir Maret
- Sektor Pertanian Bantul Aman dari Cuaca Ekstrem, Panen Raya Tiba
- Tol Prambanan-Purwomartani Beroperasi Fungsional Mulai 16 Maret
- Ledakan Diduga Obat Petasan Lukai Tiga Warga di Suryodiningratan Jogja
- Pergerakan Tanah Bantul Picu Kekhawatiran di Kawasan Perumahan
Advertisement
Advertisement







