FILM JENDERAL SUDIRMAN : Nonton Bareng Dipungut Biaya Rp12.500, Siswa Keluhkan Tak Ada "Snack"

Suasana nonton bareng film Jenderal Soedirman di Gedung Kesenian, Rabu (10/2/2016).(Uli Febriarni/JIBI - Harian Jogja)
11 Februari 2016 10:54 WIB Uli Febriarni Gunungkidul Share :

Film Jenderal Sudirman diputar oleh Komando Distrik Militer 0730/Gunungkidul untuk ditonton bareng siswa SD

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sejumlah guru mengeluhkan agenda nonton bersama film berjudul Jenderal Soedirman, yang diputar di Gedung Kesenian Wonosari, Rabu (10/2/2016).

Seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Wonosari, yang identitasnya minta dirahasiakan menyebutkan, masing-masing sekolah diwajibkan mengirimkan minimal dua kelas untuk menonton film.

"Memang tidak ada surat edaran resmi, namun sekolah merasa terintimidasi dan seakan dipaksa mengirimkan dua kelas untuk melihat film dokumenter tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu dihubungi secara terpisah, Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Playen, Fatmiyati menyebut sekolah telah mengirimkan 100 siswa untuk nonton bareng film. Masing-masing kelas diambil perwakilan sebanyak lima orang siswa. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kemudian digunakan untuk memfasilitasi siswa untuk bisa melihat film tersebut.

"Kami mendapatkan imbauan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) [untuk ikut nonton bareng]," ujarnya.

Sejumlah uang yang dibayarkan menggunakan BOS tersebut, adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh sekolah apabila siswa akan ikut menonton film.

Dari hasil pantauan di lapangan, pemutaran film ini dilakukan seperti menerapkan sistem gelombang. Ada beberapa gelombang kelompok siswa yang menonton, mereka bukan hanya berasal dari sekolah yang ada di Wonosari saja.

Sejumlah sekolah, mengantarkan anak didik mereka menuju ke Gedung Kesenian menggunakan satu unit bus. Di parkiran gedung, juga nampak sejumlah bus yang di kaca depannya ditempel nama sekolah masing-masing.

Dalam satu kali pemutaran, sedikitnya terlihat ada 500 orang lebih yang menonton, baik siswa dan guru sekolah pendamping. Sedianya film ini akan diputar untuk ditonton bersama selama sepekan, dengan konsep berbayar tersebut.

Pasi Teritorial Komando Distrik Militer 0730/Gunungkidul, Kapten Agus Riyanto menuturkan acara nonton film ini tidak diwajibkan bagi siswa. Hanya ia membenarkan, apabila siswa ikut menonton, maka untuk siswa SD, dikenakan uang sebesar Rp10.000 untuk dibayarkan kepada penyelenggara, untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan SMA/Kejuruan, membayar Rp12.500.

Acara nonton film Jenderal Soedirman sendiri digadang-gadang menjadi salah satu alternatif yang diambil, agar siswa bisa mengenal dan meneladani Panglima Besar Jenderal Soedirman.

"Sedangkan uang tersebut untuk membayar kebersihan gedung dan biaya transfer film," tuturnya di halaman gedung.

Pihaknya berharap seluruh sekolah bisa mengirimkan siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Namun karena banyak sekolah berjarak jauh dari lokasi nonton bersama, maka sekolah bisa mengirimkan perwakilan.

Salah seorang penonton, Adi, mengaku belum pernah menonton film tersebut sebelumnya. Ia membenarkan bahwa untuk dapat ikut menonton film tersebut, dirinya harus membayar Rp10.000. Meski membayar sejumlah uang, ia tidak mendapatkan fasilitas khusus, seperti minuman, makanan ringan atau hal lainnya.

"Rp10.000 hanya untuk menonton, tidak dapat [makanan atau miniman ringan]," jelasnya.