PENELITIAN TERBARU : Cara Cerdas Atasi Jentik Nyamuk dengan Pare

Manfaat Sayur Pare (lifqual.com)
13 Februari 2016 19:20 WIB Mediani Dyah Natalia Sleman Share :

Penelitian terbaru, utamanya jentik nyamuk dapat diatasi dengan bahan alami.

Harianjogja.com, SLEMAN-Sayur berupa pare ternyata efektif memberantas jentik nyamuk. Karena bersifat alami, cara ini tak menimbulkan efek samping.

Berbagai upaya pencegahan dilakukan guna meminimalisir munculnya demam berdarah dengue (DBD) di masyarakat. Misal dengan pemberian abate. Penggunaan larvasida kimia ini terbukti mengendalikan jentik atau larva nyamuk aedes aegypti. Meskipun demikian, penggunaan secara terus menerus dapat menimbulkan sejumlah efek samping.  Antara lain resistensi, pencemaran lingkungan serta persoalan kesehatan masyarakat karena efek karsinogenik dari abate.

Berawal dari persoalan ini, lima mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan larvasida yang mampu mengendalikan jentik nyamuk tetapi ramah lingkungan serta tidak menimbulkan resistensi. Mereka adalah Ayu Safitri, Nilahazra Khoirunnisa, Syindi Ariska FP, Diyah Tri Utami, dan Adhestya Alfiani yang membuat larvasida dari buah dan biji pare (Mommordica charantia L).

Nila mengatakan buah dan biji pare mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid yang cukup tinggi. Keempat senyawa itu memiliki kemampuan untuk membunuh jentik nyamuk.

“Senyawa-senyawa tersebut mematikan syaraf dan menyerang sistem pernafasan yang mengakibatkan kematian pada hewan-hewan kecil seperti jentik nyamuk,” jelasnya, Kamis (11/2/2016) seperti dikutip dari rilis yang Harianjogja.com terima.

Guna mengetahui efektivitas buah dan biji pare dalam membunuh larva, mereka pun melakukan penelitian dalam skala laboratorium pada jentik Aedes aegypti. Nyamuk yang mereka gunakan diperoleh dari Balai Litbang P2B2 Banjarnegara. Jentik nyamuk tersebut selanjutnya direndam dalam ekstrak biji dan juga ekstrak buah pare yang telah dilarutkan dengan etanol. Perendaman dilakukan selama 48 jam. Hasilnya menunjukkan ekstrak buah dan biji pare mampu membunuh jentik nyamuk.

“Hasil optimal untuk pemberian ekstrak buah pare pada konsentrasi 0,2 gr/100ml mengakibatkan kematian larva hingga 100 persen. Sementara untuk biji pare dengan konsentrasi lebih tinggi yaitu 0,5 gr/100ml,” kata Diyah.

Penelitian ini diharapkan memberikan informasi ilmiah kepada masyarakat mengenai alternatif pengendalian demam berdarah dengan menggunakan buah dan biji pare. Berbagai senyawa yang terkandung didalam biji dan buah pare berpotensi digunakan untuk digunakan sebagai larvasida alami yang ramah lingkungan.

“Kedepan masih dibutuhkan sejumlah penelitian lanjutan terhadap buah dan biji pare sebagai alternatif larvasida guna mengetahui efeknya pada organisme lain,” tutup dia.