DEMAM BERDARAH JOGJA : Sultan Minta Kota Disebari Nyamuk

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoSri Sultan hamengku Buwono X-Gubernur DI.Yogyakarta, Yogyakarta, Senin (27/07 - 2015).
17 Februari 2016 06:20 WIB Jogja Share :

Demam berdarah Jogja coba diantisipai dengan berbagai cara.

Harianjogja.com, JOGJA – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melihat peluang untuk menekan penularan demam berdarah di DIY lewat program Eliminate Dengue Program (EDP) yang dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kota Jogja diharapkan dapat menjadi target berikutnya untuk menyebarkan nyamuk Aedes aegypti yang sudah terpapar bakteri wolbachia.

Ditemui usai memimpin rapat kerja dengan sejumlah Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) DIY Senin (16/2/2016), Sultan mengaku tingginya penderita demam berdarah dengue (DBD) di DIY semakin mengkhawatirkan. Dia pun meminta berbagai pihak untuk segera mencari jalan keluar demi menekan persebaran DBD.

Salah satu metode yang dinilainya cukup berpotensi adalah metode menyebarkan nyamuk berbakteri khusus yang sudah dilakukan di Sleman beberapa waktu lalu. Dari hasil pelepasan nyamuk Aedes aegypti di Sleman tidak ditemukan terjadinya penularan DBD antar warga. Hal itu menurutnya menjadi tanda sudah saatnya metode itu dimanfaatkan secara maksimal.

“Kan sudah diteliti, jadi harus bisa segera diterapkan. Saya berharap program itu bisa dilakukan di Jogja,” kata Sultan.

Soal kemungkinan penolakan dari warga, Sultan mengaku hal itu bukan sebuah masalah. Saat akan melakukan pelepasan nyamuk di Sleman pun menurutnya ada penolakan. Namun saat ini hasilnya sudah terbukti dengan tidak adanya warga yang tertular DBD.

“Kalau penolakan kan tinggal bagaimana mensosialisasikannya. Yang penting kan sudah ada hasilnya dan baik,” imbuh dia.