BANDARA KULONPROGO : BPN Pasang 15 Patok Parapatan

BPN melakukan pemasangan patok perapatan calon bandara di Dusun Bapangan, Kecamatan Temon, Kulonprogo, pada Selasa (16/2/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
17 Februari 2016 14:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Bandara Kulonprogo untuk patok dipasang di daerah Temon.

Harianjogja.com, KULONPROGO- Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIY melakukan pemasangan 15 patok perapatan titik batas Izin Penetapan Lokasi (IPL) calon bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), tepatnya di sejumlah dusun di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo pada Selasa (16/2/2016). Patok dipasang di tiap 50 meter titik koordinat terluar.

Manajer Operasional PT Angkasa Pura, Bambang Eko menjelaskan pemasangan patok tersebut merupakan pekerjaan lanjutan dari sejumlah patok yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Ini pekerjaan lanjutan yang kemarin,” ujarnya pada wartawan di Balai Desa Palihan.

Ia menjelaskan patok tersebut dipasang sesuai dengan IPL yang telah dikeluarkan. Proses pemasangan patok tersebut dilakukan oleh BPN bekerjasama dengan PT Angkasa Pura, dan Polres Kulonprogo.

Kepala Seksi Survei dan Pengukuran BPN Kulonprogo, Obed Tri Pambudi menjelaskan sejumlah patok tersebut dipasang tersebar di Dusun Palihan, Glagah, dan Sidorejo. Selama pelaksanaan proses tersebut, pengamanan yang dilakukan oleh aparat berlangsung efektif.

Selama proses pemasangan patok perapatan di Dusun Palihan dan Glagah, sejumlah warga harus diamankan karena menerobos ring tiga batas pengamanan polisi. Meski demikian, warga yang melanggar batas ini kemudian tidak diberi tindakan, hanya dikembalikan ke tempat yang tak akan dipatok.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Nanang Djunaedi menyatakan perlawanan warga di dua dusun ini masih tergolong normal, berupa teriakan dan mendorong petugas.

“Masih normal,bisa ditangani,” ujarnya.

Selama pemasangan patok yang dilakukan di area halaman rumah hingga ke persawahan, sejumlah warga yang didominasi oleh ibu-ibu menghadang aparat kepolisian. Seorang ibu harus digotong oleh rekannya karena pingsan akibat histeris saat mengahadang aparat.