MAGANG KE JEPANG : Kulonprogo Tawarkan Magang ke Jepang, Ini Infonya

IlustrasiFarid SyafrodhiMAGANG KERJA -- 12 Pemagang (berjas) kerja di Jepang saat mengikuti Pemberangkatan Peserta Magang Jepang Angkatan IV di LPK Cahaya Mandiri Indonesia, Senin (1 - 3). SOLOPOS 02 MAR 2010 HAL X KARANGANYAR
18 Februari 2016 16:55 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Magang ke Jepang ditawarkan Pemerintah Kulonprogo

Harianjogja.com, KULONPROGO-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY membuka pendaftaran program pemagangan ke Jepang.

Namun, kebanyakan peminatnya bukan berasal dari kalangan masyarakat DIY, melainkan justru Jawa Tengah.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Pemagangan Dinsosnakertrans DIY, Reni Ekawati Chasanah, selepas sosialisasi program pemagangan ke Jepang di Balai Desa Margosari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, Selasa (16/2/2016).

“Sudah ada sekitar 500 orang yang daftar tapi lebih banyak warga Jawa Tengah dibanding DIY,” kata Reni.

Reni mengakui jika sosialisasi belum berjalan efektif sehingga masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya program kerja sama antara Kementerian Tenaga Kerja RI dengan International Manpower Development Organization Japan (IM JAPAN).

Dia lalu berharap peserta sosialisasi bisa membantu menyebarkan informasi mengenai pemagangan ke Jepang, setidaknya melalui brosur maupun poster yang diberikan. “Tahun ini ada 12 lokasi yang jadi sasaran sosialisasi di seluruh kabupaten/kota di DIY,” ujar Reni.

Pendaftaran program pemagangan ke Jepang telah dibuka sejak 4 Januari lalu hingga 11 Maret nanti. Rangkaian seleksi selanjutnya dilaksanakan pada 28 Maret hingga 1 April nanti. Mereka yang lolos seleksi berhak mengikuti pemagangan selama tiga tahun dengan gaji sekitar 80.000-100.000 yen per bulan.

Meski demikian, Reni menyadari jika persyaratan yang ditentukan relatif ketat. Dia menyontohkan calon peserta tidak boleh memiliki cacat tubuh maupun penyakit tertentu. Mereka disarankan menjalani pengobatan secara mandiri sebelum seleksi.

Pemda DIY hanya memfasilitasi persiapan praseleksi berupa pelatihan gratis. Jika lolos seleksi, calon peserta yang merupakan penduduk DIY kemudian berhak mendapatkan subsidi untuk mengikuti medical check-up.