TNI AU : Wow, 107 Anggota Paskhas TNI AU Jogja "Terbang"

JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo BayuPara penerjun dari TNI berusaha membuat formasi saat beratraksi dalam upacara pembukaan The 38th CISM World Military Parachutting Championship 2014 di stadion Manahan, Jumat (19 - 9). Lomba terjun payung antar militer se dunia tersebut diikuti 46 negara
19 Februari 2016 22:55 WIB Gunungkidul Share :

TNI AU menggelar terjun payung.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 474 Paskhas TNI AU Jogja menggelar aksi terjun payung di Landasan Udara Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (19/2/2016).

Sebanyak 107 penerjun diberangkatkan dari Lanud Adisutjipto Jogja dan diangkut menggunakan pesawat Hercules C-130 dengan nomor lambung A-1332 dengan pilot Mayor Pnb Subhan.

Komandan Detasemen Pertahanan Udara 474 Paskhas Jogja, Mayor Pas Heru Widodo mengungkapkan, kegiatan terjun payung tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun sebagai penerjunan penyegaran oleh seluruh anggota Paskhas di Indonesia.

"Tujuannya untuk meningkatkan profesionalisme prajurit Paskhas TNI AU sebagai pasukan parasut di Indonesia," kata dia kepada Harianjogja.com, Jumat (19/2/2016).

Seluruh awak penerjun melakukan aksi terjun payung yang terbagi menjadi tiga sorti (penerbangan). Sorti pertama dan kedua merupakan terjun statik, sedangkan sorti ketiga adalah freefall.

Heru mengatakan lokasi terjun payung di laud Gading, Playen, Gunungkidul dipilih karena selain ingin dikenal dan dekat dengan warga sekitar, faktor keamanan menjadi alasannya.

"Kalau disini kondisinya lebih aman dan kami tidak akan mengganggu lalu-lintas udara, seperti apabila dilakukan di Lanud Adiutjipto yang pasti akan mengganggu penerbangan sipil," lanjutnya lagi.

Dalam sehari kegiatan terjun payung dilakukan dalam dua sesi, yakni pagi dan malam. Pada malam hari pukul 19.00 WIB sebanyak 96 personil diterjunkan tanpa penerjun freefall, hanya penerjun statik saja.