Kebakaran Gunung Lawu Merembet ke Hutan Lindung Ngawi, 13 Hektare Terbakar
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
Para Perangkat Upacara Melasti melakukan Larung Persembahan ke Laut Ngobaran, Desa Kanigoro, kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Senin (22/2/2016).(Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Hari raya Nyepi di Gunungkidul diawali dengan upacara Melasti di Pantai Ngobaran
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Menyambut Hari Raya Nyepi 1938 Saka, Umat Hindu se- Gunungkidul menggelar Hari Melasti di Pantai Ngobaran, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Hari Melasti ini dilaksanakan oleh seluruh Umat Hindu yang ada di wilayah Gunungkidul.
Ida Bagus Wida Kresna, Pembimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, mengatakan Hari Melasti diadakan sebelum Tahun Baru Saka dengan maksud untuk membersihkan diri dari semua perkara dan untuk membuang segala kotoran yang berasal dari jiwa manusia maupun dari alam semesta ke laut lepas.
Pelaksanaan Melasti diadakan sebelum acara Tawur Agung yang nantinya akan digelar di candi terbesar umat Hindu, yakni Candi Prambanan.
"Secara Tradisi, Umat Gunungkidul melaksanakan Hari Melasti pada purnama ke sembilan di Pantai Ngobaran," kata dia, Senin (22/2/2016).
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa secara historis umat Hindu di Gunungkidul memiliki ikatan dengan pantai Ngobaran. Mereka mempercayai bahwa Pantai Ngobaran merupakan tempat Moksa Brawijaya V, yakni raja Majapahit terakhir. Dengan begitu umat Hindu di Gunungkidul menghormati leluhur dengan menjadikan Pantai Ngobaran sebagai napak tilas leluhur mereka.
Perayaan Melasti melalui beberapa prosesi diantaranya kirab persembahan berupa gunungan serta arca-arca dewa dari seluruh Pura yang ada di Gunungkidul, dilanjutkan dengan persembahyangan, kemudian yang terakhir melakukan prosesi Larung Saji ke laut Ngobaran.
Ia menambahkan dalam prosesi Larung Saji, semua perangkat upacara dan umat Hindu harus menyentuhkan dirinya ke air laut dengan tujuan untuk mendapatkan kesucian kembali.
"Harapannya dengan acara Melasti ini, kita semua dapat introspeksi diri, melepas segala hal negatif seperti kebencian, kata-kata dan perbuatan yang kurang baik. Supaya kita menjadi probadi yang lebih baik ke depannya," katanya.
Acara tersebut tak hanya dihadiri oleh umat Hindu Gunungkidul saja, namun juga beberapa pejabat daerah Kecamatan Saptosari, jajaran Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Gunungkidul, serta warga setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
Dosen Unisa Yogyakarta mengembangkan kombinasi Metcovazin dan stimulasi listrik untuk luka diabetes. Riset masih tahap praklinis.
Sebanyak 151 kasus kekerasan perempuan dan anak ditangani Bantul hingga Juli 2026. Sebanyak 47 kasus merupakan kekerasan psikis.
ESDM menawarkan 8 blok migas pada lelang tahap II 2026 serta 3 wilayah kerja available. Cek daftar, komitmen, dan jadwal lelang.
Perpanjang SIM A dan C kini bisa online lewat SINAR. Simak cara, dokumen, pembayaran, hingga pilihan pengiriman SIM.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIM Keliling hingga Saturday Night Service. Cek lokasi dan syaratnya.