Kebo Bule Keraton Solo Geladi Kirab 1 Sura, Ada yang Ngambek
Kebo bule Keraton Solo geladi kirab Malam 1 Sura. Beberapa kerbau sempat ngambek karena berahi dan kerumunan warga.
Para Perangkat Upacara Melasti melakukan Larung Persembahan ke Laut Ngobaran, Desa Kanigoro, kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Senin (22/2/2016).(Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Hari raya Nyepi di Gunungkidul diawali dengan upacara Melasti di Pantai Ngobaran
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Menyambut Hari Raya Nyepi 1938 Saka, Umat Hindu se- Gunungkidul menggelar Hari Melasti di Pantai Ngobaran, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Hari Melasti ini dilaksanakan oleh seluruh Umat Hindu yang ada di wilayah Gunungkidul.
Ida Bagus Wida Kresna, Pembimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, mengatakan Hari Melasti diadakan sebelum Tahun Baru Saka dengan maksud untuk membersihkan diri dari semua perkara dan untuk membuang segala kotoran yang berasal dari jiwa manusia maupun dari alam semesta ke laut lepas.
Pelaksanaan Melasti diadakan sebelum acara Tawur Agung yang nantinya akan digelar di candi terbesar umat Hindu, yakni Candi Prambanan.
"Secara Tradisi, Umat Gunungkidul melaksanakan Hari Melasti pada purnama ke sembilan di Pantai Ngobaran," kata dia, Senin (22/2/2016).
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa secara historis umat Hindu di Gunungkidul memiliki ikatan dengan pantai Ngobaran. Mereka mempercayai bahwa Pantai Ngobaran merupakan tempat Moksa Brawijaya V, yakni raja Majapahit terakhir. Dengan begitu umat Hindu di Gunungkidul menghormati leluhur dengan menjadikan Pantai Ngobaran sebagai napak tilas leluhur mereka.
Perayaan Melasti melalui beberapa prosesi diantaranya kirab persembahan berupa gunungan serta arca-arca dewa dari seluruh Pura yang ada di Gunungkidul, dilanjutkan dengan persembahyangan, kemudian yang terakhir melakukan prosesi Larung Saji ke laut Ngobaran.
Ia menambahkan dalam prosesi Larung Saji, semua perangkat upacara dan umat Hindu harus menyentuhkan dirinya ke air laut dengan tujuan untuk mendapatkan kesucian kembali.
"Harapannya dengan acara Melasti ini, kita semua dapat introspeksi diri, melepas segala hal negatif seperti kebencian, kata-kata dan perbuatan yang kurang baik. Supaya kita menjadi probadi yang lebih baik ke depannya," katanya.
Acara tersebut tak hanya dihadiri oleh umat Hindu Gunungkidul saja, namun juga beberapa pejabat daerah Kecamatan Saptosari, jajaran Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Gunungkidul, serta warga setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebo bule Keraton Solo geladi kirab Malam 1 Sura. Beberapa kerbau sempat ngambek karena berahi dan kerumunan warga.
PLN melakukan pemadaman listrik sementara di sejumlah wilayah Kota Jogja pada Selasa 23 Juni 2026 pukul 10.00–13.00 WIB untuk pemeliharaan jaringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan cuaca Selasa 23 Juni 2026: hanya Kulonprogo cerah, Bantul, Gunungkidul, Sleman, dan Kota Jogja berawan. Suhu 22-31°C, kelembapan hingga 99 pe
Badai petir menghentikan laga Prancis vs Irak di Philadelphia. Mbappe sudah membawa Les Bleus unggul 1-0 sebelum pertandingan ditunda.
Gunungkidul genjot budidaya kelapa dengan 21.000 bibit untuk dukung wisata pantai dan pasokan kelapa muda bagi wisatawan.