PENCABULAN ANAK : Penjual Pecel Lele Paksa Korban Nonton Film Porno Sebelum Dicabuli

Tersangka Subaryanto (memakai penutup kepala) saat diperiksa penyidik di ruang UPPA Ditreskrimum Polda DIY, Rabu (24/2/2016). (Sunartono/JIBI - Harian Jogja)
25 Februari 2016 12:57 WIB Sunartono Sleman Share :

Pencabulan anak terungkap di Sleman, pelakunya penjual pecel lele

Harianjogja.com, SLEMAN- Tindakan asusila dilakukan seorang penjual pecel lele, Subaryanto, 31, warga Mulo, Wonosari, Gunungkidul yang indekos Condongcatur, Depok, Sleman dengan delapan korban anak-anak.

(Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/02/24/pencabulan-anak-bejat-juragan-pecel-lele-ini-cabuli-8-anak-694733" target="_blank">PENCABULAN ANAK : Bejat, Juragan Pecel Lele Ini Cabuli 8 Anak)

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Ditreskrimum Polda DIY Kompol Retnowati menambahkan, setelah memeriksa pelapor, hasilnya menemukan ada empat korban.

Namun di hari berikutnya berkembang menjadi delapan korban anak berumur antara empat hingga 12 tahun. Tiga korban diantaranya merupakan saudara kandung.

Tersangka mengimingi-imingi korban untuk bermain di dalam kamarnya, karena kebetulan tersangka tinggal satu indekos dengan para orangtua korban. Setelah itu diputarkan film porno dan secara bergantian mencabuli korban.

Ini dilakukan saat orangtua korban tidak berada di rumah selama kurun waktu sebulan terakhir. Setiap korban dicabuli sebanyak dua kali dengan hari yang berbeda.

Terungkap, karena salahsatu korban mengeluhkan rasa sakit pada alat vitalnya dan setelah ditanya orangtua, mengaku usai dicabuli tersangka.

"Barangbukti kaset VCD porno, televisi dan DVD juga kami amankan dari dalam kamar tersangka," ungkapnya.

Tersangka Subaryanto mengakui telah mencabuli delapan tersangka. Tetapi ia beralasan itu dilakukan karena bersenda gurau. Subaryanto menyebut pencabulan itu dengan istilah 'kopling'. Ia mengaku menyesal melakukan tindakan bodoh itu.

"Saya cuma mengoplingnya saja, setiap korban dua kali, kadang cuma saya raba di depan televisi. Karena setiap hari anak-anak bermain ke kamar saya," kata pria yang masih bujang ini.