Gempa M5,4 Guncang Selatan Gunungkidul, BPBD Tak Terima Laporan Kerusakan
BPBD Gunungkidul menyatakan belum menerima laporan kerusakan setelah gempa M5,4 pada Selasa malam. Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi BMKG.
Warga menunjukan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) saat peluncuran kartu tersebut oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Pos Besar, Jakarta, Senin (3/11/2014). Peluncuran kartu tersebut ditujukan sebagai jaring pengaman sosial peralihan subsidi bahan bakar minyak. (JIBI/Solopos/Antara/Fanny Octavianus)
Kartu Indonesia Sehat dikeluhkan di Gunungkidul, sehingga ada warga yang memilih berobat ke pengobatan alternatif
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Penggunaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) mulai dikeluhkan warga. Salah satu keluhan disuarakan Sri Mumpuni, warga Dusun Gelaran, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen.
Meski memiliki kartu sakti itu, Mumpuni mengaku tidak bisa mempergunakannya untuk berobat. Di saat membutuhkan perawatan untuk suaminya yang mengalami patah kaki akibat kecelakaan, ia terpaksa gigit jari karena tetap tidak bisa diterima oleh pihak rumah sakit.
“Jujur kami merasa di-pingpong dan suami saya tidak tertangani dengan baik. Karena takut sakitnya makin parah, saya putuskan untuk menjalani pengobatan alternatif di Nglipar,” kata Mumpuni, Rabu (24/2/2016).
Dia menceritakan, peristiwa kurang mengenakan itu terjadi di awal bulan ini. Mumpuni mengaku tidak ingin mengingat peristiwa tersebut, sebab yang ada hanya rasa kecewa karena mendapatkan perlakuan yang kurang mengenakan di sejumlah rumah sakit dengan alasan tidak ada dokter praktek.
“Saya sudah ke RS di Cawas, RSUD Wonosari hingga Hardjolukito tapi tidak dilayani dengan baik, padahal saat ke sana juga sudah membawa surat rujukan. Sebenarnya saya hanya ingin melakukan pemindaian terhadap patah kaki yang dialami suami, tapi prosesnya tidak sesuai harapan,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, untuk prosedur penggunaan KIS juga sudah dilalui, mulai dari rujukan dari puskesmas hingga RSUD Wonosari telah dilakukan semua. Sadar dan merasa kecewa upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil, maka dilakukan pengobatan dengan cara yang lain.
“Sudahlah mas, untuk sekarang kondisi suami saya juga sudah membaik. Jadi peristiwa itu tidak usah diingat-ingat lagi,” ungkapnya.
Pernyataan dari Mumpuni ini diamini oleh Kepala Desa Kampung, Ngawen Suparna. Menurut dia, apa yang menimpa keluarga Mumpuni merupakan suatu hal yang ironi, karena saat peluncuran KIS, yang bersangkutan menjadi salah satu wakil dari Kecamatan Ngawen untuk menerima kartu itu di kabupaten.
“Kalau diceritakan kronologinya sangat panjang, karena sampai harus bolak-balik ke Jogja. Yang jelas keluarga Mumpuni tidak bisa menggunakan kartu itu untuk berobat,” kata Suparna.
Dia berharap, kejadian yang dialami Mumpuni bisa menjadi pelajaran, sehingga peristiwa yang sama tak terulang lagi.
“Saya tidak tahu masalahnya apa kok sampai ditolak? Tapi saya berharap dalam pelayanan, pihak rumah sakit jangan sampai tebang pilih, apakah pasien menggunakan kartu jaminan atau membayar secara swadaya,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menyatakan belum menerima laporan kerusakan setelah gempa M5,4 pada Selasa malam. Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi BMKG.
Marc Marquez memilih tiba di Qatar pada Kamis malam menjelang MotoGP 2026. Konflik Timur Tengah dan mundurnya Yamaha menjadi sorotan.
DPMPTSP setempat mencatat terdapat 43 izin usaha homestay yang dikeluarkan sepanjang 2025-2026. Total nilai investasi yang tercatat mencapai sekitar Rp7,32 mil
Serangan siber menyasar sistem pendingin supermarket di tujuh negara Eropa. Suhu kulkas naik dan stok makanan terancam rusak.
DPMPTSP Gunungkidul mencatat 62 izin homestay dan 83 izin vila sejak 2021. Pariwisata menjadi salah satu pendorong investasi penginapan.
Kimi Antonelli memilih tetap memakai nomor 12 meski menjadi juara dunia F1 2026. Nomor tersebut punya makna khusus dan berkaitan dengan idolanya.