KANTONG PLASTIK BERBAYAR : Tak Semua Pembeli Mau Bayar, Pilih Menenteng Belanjaan

Konsumen berbelanja di Hypermart Lippo Plaza Jogja. (Kusnul Isti Qomah/JIBI - Harian Jogja)
26 Februari 2016 18:19 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Kantong plastik berbayar di Gunungkidul mulai diterapkan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Toko berjejaring di Gunungkidul mulai menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar sejak Rabu (24/2/2016). Untuk mengefektifkan upaya itu, Pemerintah Kabupaten siap membuat peraturan guna memberikan payung hukum terhadap pelaksanaan kebijakan tersebut.

Pantauan yang dilakukan Harianjogja.com, Kamis (25/2/2016), konsumen yang melakukan transaksi di toko modern tidak lagi mendapatkan plastik secara gratis. Pasalnya, pihak toko mewajibkan membayar Rp200 untuk setiap plastik yang dikeluarkan.

Untuk mengefektifkan kebijakan ini, karyawan toko pun memasang pengumuman tentang plastik berbayar. Pengumuman ini banyak ditemukan di kaca pintu masuk atau dipajang di dekat kasir pembayaran.

Salah serorang karyawan toko modern, Risna mengatakan, kebijakan plastik berbayar dimulai sejak kemarin Rabu. Kendati demikian, keputusan untuk menggunakan plastik atau tidak diserahkan sepenuhnya ke pelanggan.

“Kami tawarkan ke pelanggan, apakah mau dibungkus dengan plastik atau tidak. Jika pakai, maka dikenakan biaya pengganti Rp200,” kata Risna menjawab pertanyaan Harian Jogja, Kamis kemarin.

Dia menjelaskan, tidak semua pelanggan yang datang mau menggunakan plastik berbayar. Sebagai konsekuensinya, pelanggan harus meneteng barang-barang yang dibeli. “Kami tidak bisa memaksa, karena kami hanya menawarkan saja,” ujarnya.