PERTANIAN BANTUL : Wereng Memuncak Juni-Juli

Saidi, 68, anggota kelompok tani Maju Seneng 1 menunjukkan sampel tanaman padi yang terindikasi hama wereng di areal persawahannya di Dukuh Garen, Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Kamis (25/6/2015). (Kharisma Dhita Retnosari/JIBI - Solopos)
29 Februari 2016 23:55 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Pertanian Bantul pada pertengahan tahun akan disibukan dengan serangan wereng

Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertanhut) Bantul menyatakan serangan hama wereng bakal mencapai puncak pada pertengahan tahun atau sekitar Juni hingga Juli. Petani mulai saat ini diminta mengantisipasi kegagalan panen akibat wereng.

Kepala Dispertanhut Bantul Partogi Dame Pakpahan mengatakan, lembaganya telah mengundang dua orang ahli hama dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk meneliti dan mengkaji potensi serangan hama wereng di wilayah ini. Menurut hasil kajian sejumlah ahli tersebut, serangan hama wereng belum akan berhenti saat ini, justru akan mencapai puncaknya pada Juni hingga Juli mendatang.

“Juni dan Juli paling bahaya karena puncak serangan, baru saja kami undang ahli hama dan penyakit tanaman, mereka melihat siklus yang terjadi selama ini,” terang Partogi Dame Pakpahan, Senin (29/2/2016).

Serangan hama mencapai puncak karena pada pertengahan tahun sekitar Juni hingga Juli memasuki musim kering atau perubahan cuaca yang memicu merebaknya hama tanaman.

“Di musim kering serangan wereng bisa tidak terkendali,” imbuhnya lagi.

Selain faktor cuaca, buruknya kualitas tanah akibat penggunaan pupuk kimiawi selama ini menurut Partogi memperburuk keadaan. Ia meminta petani mewaspadai kegagalan panen pada Juni hingga Juli dengan melakukan sejumlah antisipasi guna menekan keruskan lebih parah akibat hama wereng.