NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Pemberian bantuan oleh Ketua Umum Rumah Pintar Nasional, Okke Hatta Rajasa kepada Bupati Gunungkidul, Badingah saat Pelantikan Pengurus Rumah Pintar DIY di Kamis (25/2/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Buta aksara di Gunungkidul diharapkan tuntas pada 2017
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Warga Kecamatan Gedangsari dan Saptosari masih menempati posisi tertinggi penyandang buta aksara di Gunungkidul. Hal itu menjadi perhatian khusus bagi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul.
Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Disdikpora Gunungkidul, Indri P mengatakan sebanyak 1.000 orang di Kecamatan Gedangsari dan 2.000 orang di Kecamatan Saptosari masih belum mampu mengenal huruf. Hal tersebut menjadi pendorong semangat Disdikpora untuk semakin giat mengentaskan buta aksara.
Secara keseluruhan, dalam 18 Kecamatan yang ada di Gunungkidul, sebanyak 15.548 orang menyandang buta aksara murni. Pada 2014 dan 2015 lalu telah dientaskan sebanyak 3.470 sasaran. Pada 2016 ini masih tersisa 12.078 penyandang buta aksara,
"Disdikpora Gunungkidul akan mengentaskan sebanyak 10.000 orang, dan sisanya akan dientaskan pada tahun 2017. Mudah-mudahan tahun 2017 dapat selesai sehingga masyarakat Gunungkidul bebas buta aksara," kata dia, Kamis (3/2/2016).
Dalam pengentasan buta aksara, Disdikpora akan menjalankan program pelatihan yang akan bekerjasama dengan lembaga-lembaga pembelajaran. Melalui lembaga tersebut, sejumlah tutor akan diterjunkan untuk memberi pelatihan kepada masyarakat di Gunungkidul.
Pelatihan yang dijalankan tidak hanya kemampuan untuk membaca, namun juga meningkatkan keterampilan diri, seperti pelatihan Bahasa Inggris dengan membuat kampung Inggris dan membuat kerajinan. Sasaran yang dituju yakni masyarakat pedalaman di Gunungkidul, seperti masyarakat pesisir pantai. Dengan program seperti itu akan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUDNI Disdikpora Gunungkidul, Supriyadi, mengungkapkan jumlah yang tersebut berdasarkan data dari BPS yang melakukan pendataan ulang terhadap penyandang buta aksara di Gunungkidul. Sebelumnya Buta Aksara di Gunungkidul pernah dianggap selesai.
Namun menurutnya, BPS memiliki kriteria tersendiri mengenai orang yang dianggap buta aksara. Perbedaan tersebut menimbulkan ketidakseimbangan antara data yang dimiliki oleh BPS dan Disdikpora. Karena BPS yang memiliki kekuasaan penuh, akhirnya data yang digunakan ialah data dari BPS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Prakiraan cuaca DIY Selasa (1/9) cerah berawan dengan suhu 33°C. Waspada perubahan angin di pesisir Bantul dan Kulonprogo. Cek info BMKG selengkapnya.
Pemda DIY menekankan pentingnya membuktikan manfaat nyata keistimewaan bagi generasi muda sekaligus menjawab tantangan masa depan.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Lima jodhang berisi hasil bumi dari empat kabupaten dan satu kota di DIY diserahkan dalam Puncak Memetri Kaistimewaan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK)
Jadwal KSPN Jogja 1 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.