PEMBANGUNAN GUNUNGKIDUL : Tiga Kecamatan Digelontor Rp3,6 Miliar, Untuk Apa?

HarianJogja/Gigih M. HanafiPekerja melakukan adonan aspal sebagai bahan menambal pada celah sambungan jembatan di Jalan Solo, Jumat (26 - 5). Tiga pekan menjelang Idul Fitri, sejumlah ruas jalan utama mulai mengalami perbaikan untuk menunjang kelancaran selama arus mudik.
23 Mei 2016 18:19 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Pembangunan Gunungkidul salah satunya dilakukan dengan memberikan bantuan Rp3,6 miliar untuk 3 kecamatan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Tiga kecamatan di Gunungkidul mendapatkan anggaran masing-masing Rp1,2 miliar untuk program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PIESW).

Tiga kecamatan yang bantuan ini antara lain Kecamatan Gedangsari, Patuk dan Semin. Meski sudah masuk dalam perencanaan, namun untuk pencairan masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Camat Gedangsari Muhammad Setyawan Indriyanto mengatakan, informasi terkait dengan program PIESW sudah disosialisasikan ke masing-masing  kecamatan penerima bantuan. Alokasi anggaran yang disediakan untuk masing-masing kecamatan sebesar Rp1,2 miliar.

Setyawan menjelaskan, alokasi anggaran ini rencananya digunakan untuk pengembangan infrastruktur jalan. Dia pun sudah merencanakan, sebagian dana itu dipakai untuk perbaikan dan penguatan daya dukung di kawasan ekowisata green village, di Desa Mertelu.

Kendati demikian, program itu masih wacana karena untuk pelaksanaan harus mendapatkan persetujuan dari tim pendampingan.

Hanya saja, kata Setywan, usulan ini masuk realistis dan sesuai dengan tujuan dari program itu sendiri. Dia melihat akses jalan menuju ekowisata itu masih belum baik sehingga butuh perbaikan. Oleh karenanya, dia mengusulkan akan digunakan sarana perbaikan menuju ke obyek tersebut.

“Kita hanya mengusulkan, dana itu akan dipakai untuk apa saja,” kata Setyawan kepada Harianjogja.com, Minggu (22/5/2016).

Dia menjelaskan, selain Gedangsari, di Gunungkidul ada dua kecamatan yang mendapatkan bantuan program PIESW, yakni Patuk dan Semin. “Jatah untuk masing-masing kecamatan sama, yakni Rp1,2 miliar. Untuk perkembangan lebih jauh belum tahu karena ditangani oleh Bidang Cipta Karya DPU,” kata mantan Sekretaris Camat Semin itu.

Hal senada diungkapkan oleh Camat Patuk Haryo Ambar Suwardi. Menurut dia, meksi sudah ada informasi terkait dengan pencairan dana itu, namun teknis penggunaan maupun pencairan masih menunggu instruksi dari kementerian.