TMMD SLEMAN : Dandim Sleman Minta Warga Jaga Hasil TMMD

Anggota TNI membuat adonan semen untuk dijadikan jalan desa saat kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2014 di Randusari, Mojosongo, Solo, Sabtu (11/10/2014). Jalan desa yang rencananya akan dibangun dengan panjang 350 meter itu dijadwalkan rampung dalam 21 hari. (Septian Ade Mahendra/JIBI - Solopos)
24 Mei 2016 13:20 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

TMMD Sleman berhasil membangun sejumlah infrastruktur, Dandim meminta warga menjaganya

Harianjogja.com, SLEMAN- Berakhirnya kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) bukan berarti pengabdian TNI untuk masyarakat berakhir.

Hasil pembangunan yang dikerjakan selama pelaksanaan TMMD diharapkan bermanfaat sepenuhnya bagi rakyat.

Dandim 0732 Sleman Letkol Arm Joko Sujarwo berharap segala bentuk pembangunan yang dilakukan selama TMMD termasuk pengembangan sarana dan prasarana fisik, dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

"Apa yang dihasilkan selama TMMD tolong dipelihara dengan baik oleh pemerintah dan segenap warga masyarakat, untuk kepentingan rakyat," ujarnya usai Upacara Penutupan TMMD di Lapangan Gentan, Margoagung, Seyegan, Senin (23/5/2016).

Joko menjelaskan, banyak yang dihasilkan dalam kegiatan TMMD tahun ini. Untuk kegiatan non fisik, TMMD tahun ini melakukan berbagai penyuluhan kesehatan, hukum, hak asasi manusia, pembekalan pengetahuan praktis, keagamaan, kejuangan, bela Negara.

Dia berharap, bekal yang diberikan selama TMMD dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Ini penting untuk meningkatkan kemampuan dan mendorong inovasi dan kreativitas masyarakat agar tumbuh rasa cinta tanah air," tandasnya.

Program TMMD bertujuan untuk mewujudkan ruang juang, alat juang, kondisi juang dan kemanunggalan. Bersatunya TNI-Rakyat itu, katanya, juga untuk Pemda menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan baik bersifat fisik maupun non fisik dalam rangka menciptakan suasana yang kondusif.

Dengan begitu, upaya untuk mewujudkan stabilitas keamanan dalam negeri dapat tercapai. "Masyarakat harus meningkat kesadaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara agar tertib hukum dan disiplin menjalankan kehidupan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," katanya.

Pasiter Kodim 0732 Sleman  Kapten Inf Widada melaporkan, sasaran kegiatan TMMD meliputi sasaran fisik dan non fisik. Sasaran fisik yang dilakukan meliputi pengaspalan jalan sepanjang 400 meter dan lebar 3 meter.

Selain itu,  dilakukan corblok jalan sepanjang 300 meter dengan lebar 2,5 meter. TMMD juga melakukan bedah rumah dua unit. "Semunya selesai 100 persen," ucapnya.

Sementara, sasaran non fisik yang dilakukan berupa pemberian wawasan kebangsaan, penyuluhan kamtibmas dan napza, penyuluhan kesehatan dan KB, penyuluhan pertanian, penyuluhan lingkungan hidup, penyuluhan radikalisme, dan penyuluhan penangulanggan bencana alam.

"Di samping itu ada sasaran tambahan berupa pengaspalan jalan 250 meter dan lantainisasi untuk satu rumah. Dana yang digunakan untuk kegiatan TMMD dari APBD DIY sebesar Rp75 juta APBD Sleman Rp150 juta. Sementara swadaya masyarakat Rp50 juta," jelasnya.