LAYANAN SAMSAT SLEMAN : Bus Keliling Samsat Diupayakan Melayani STNK Lima Tahunan

Pelayanan Samsat keliling di Kantor Kecamatan Temon, Kamis (12/11/2015). (Harian Jogja - Holy Kartika N.S)
27 Mei 2016 15:21 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Layanan Samsat Sleman di bus keliling belum bisa melayani STNK lima tahunan

 

Harianjogja.com, SLEMAN- Bus-bus keliling Samsat direncanakan bisa memberikan layanan perpanjangan surat tanda nomor kendaraan (STNK) lima tahunan. Sayangnya, masalah sumberdaya manusia masih menjadi kendala.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) Provinsi DIY di Samsat Utama Sleman Rusmaji mengatakan, untuk mendekatkan pelayanan perpanjangan SIM ataupun STNK lima tahunan, pihaknya berencana mengoptimalkan keberadaan bus-bus Samsat.

"Tujuan utamanya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan begitu, layanan yang diberikan bisa lebih efektif dan efesien," kata Rusmaji, Kamis (26/5/2016).

Saat ini, bus keliling Samsat Sleman memiliki lima unit. Rata-rata kelima bus keliling itu memberikan layanan bagi masyarakat di pinggiran Sleman. Seperti Godean, Minggir, Prambanan dan Cangkringan. Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak berbondong-bondong mendatangi kantor Samsat Utama.

"Layanan bus kelilling itu belum bisa melayani STNK lima tahunan. Ke depan, kami akan melakukan inovasi itu agar lebih memudahkan masyarakat mengurusnya," kata dia.

Rusmaji menjelaskan, inovasi layanan Samsat di Sleman mulai dilakukan sejak 2014 lalu. KPPD DIY memberikan wewenang bagi Kantor Samsat Pembantu di Maguwoharjo untuk melayani STNK lima tahunan.

Dampaknya, kata dia, sangat positif. Jika sebelum 2014 masyarakat yang datang ke Samsat Utama sekitar 1800 per hari, jumlahnya saat ini berkurang hingga 50%.

"Itu karena masyarakat wilayah Timur Sleman memanfaatkan layanan di Samsat Pembantu Maguwoharjo," ujarnya.

Jika bus keliling bisa melayani STNK lima tahunan, hal itu akan mengurangi lagi jumlah masyarakat yang datang ke Samsat Utama. Saat ini, pihaknya memiliki 24 outlet online yang dapat diakses masyarakat. Salah satunya di Jogja City Mall.

"Dengan sistem jemput bola seperti ini, masyarakat bisa leluasa untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran pajaknya juga. Animonya juga tinggi," katanya.

Sayangnya rencana tersebut belum bisa diimplementasikan tahun ini. Alasan Rusmaji, layanan STNK lima tahunan di bus-bus Samsat masih terkendala sumber daya manusianya.

Satu bus terdiri dari 13 personel kepolisian, dua petugas bank (BPD DIY), dan lima petugas KPPD DIY serta satu petugas Jasa Raharja. "Tidak ada petugas yang mampu membaca kode di motor. Itu yang masih perlu disiapkan," katanya.