WISATA GEOPARK : Sultan Sesalkan Ada Geopark Asal Bandung Cukil Lava Bantal Berusia 2 Juta Tahun

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (kedua dari kanan) melewati jembatan penyeberangan di atas Sungai Opak seusai meresmikan destinasi wisata Lava Bantal, Senin (30/5/2016). Meski tidak turun hujan, saat peresmian tengah terjadi banjir bandang di sungai Opak. (Sunartono/JIBI - Harian Jogja)
30 Mei 2016 20:29 WIB Sunartono Sleman Share :

Wisata Geopark di Sleman bertambah.

Harianjogja.com, SLEMAN - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikan destinasi wisata Lava Bantal yang berada di Dusun Watuadeg, Jogotirto, Berbah, Sleman, Senin (30/5/2016) siang.

Sultan meminta lava tersebut dijaga kelestariannya dan dihindarkan dari tindakan mencungkil maupun mencoreti bebatuan.

Sultan menegaskan, Lava Bantal sudah menjadi bagian geoheritage yang sudah diresmikan atau diterima dalam geopark secara nasional bersama beberapa tempat lain seperti di Gunungkidul. Batu tersebut berasal dari lava pijar yang mengeras sejak jutaan tahun silam. Bahkan lebih tua dan lebih keras lava bantal ketimbang tebing breksi maupun tempat lain di DIY.

Oleh karena itu, ia meminta kepada warga agar tetap menjaga kelestariannya. Jangan sampai ada yang mencungkil atau mencoreti bebatuan. Hasil uji laboratorium UPN, umurnya sekitar 2 juta tahun dan ini sudah kita daftarkan ke Kementrian ESDM sebagai geopark.

"Jangan sampai mencungkil, jangan mencoreti karena ini memiliki nilai sejarah geologis yang penting. Kalau itu [soal banjir sungai opak] tidak ada masalah, tetapi jika ada anak muda dicoret corat. Saya sayangkan juga ada geolog dari bandung yang nyukil bebatuannya," tegas Sultan seusai meresmikan Lava Bantal di Watuadeg, Jogotirto, Berbah, Sleman, kemarin.

Kawasan wisata Lava Bantal kini telah dibangun sebuah pendopo berikut fasilitas lain seperti kamar mandi untuk memfasilitasi wisatawan. Pembangunan fasilitas itu diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan di DIY dan Sleman pada khususnya.