PARKIR MALIOBORO : Sepekan Lagi Jukir ABA Harus Mandiri, Jatah Hidup untuk Jukir Dihentikan

Tempat parkir gedung di jalan Abu Bakar Ali mulai ditempati untuk parkir sepeda motor yang akan menuju Jalan Malioboro, Senin (4/4/2016). (Gilang Jiwana/JIBI - Harian Jogja)
31 Mei 2016 17:33 WIB Jogja Share :

Parkir Malioboro telah direlokasi ke gedung Abu Bakar Ali

Harianjogja.com, JOGJA -- Juru Parkir Malioboro yang kini menempati gedung parkir Abu Bakar Ali (ABA) akan mulai mandiri 1 Juni nanti. Hal itu ditandai dengan dihentikannya pasokan jatah hidup kepada para juru parkir serta mundurnya UPT Malioboro sebagia pengelola di gedung parkir ABA.

Kepala UPT Malioboro Syarif Teguh, Senin (30/5/2016) mengatakan keputusan itu sesuai kesepakatan di awal beroperasinya gedung parkir ABA Maret lalu.

Sebelum beroperasi, Pemerintah Kota sudah ditunjuk sebagai pengelola ABA selama setahun, sementara UPT Malioboro hanya akan mengelola gedung parkir itu selama dua bulan.

Selama di bawah pengelolaan UPT Malioboro pula para jukir yang telah rela direlokasi dari trotoar timur Malioboro mendapatkan jatah hidup untuk membantu masa transisi lokasi parkir.

“Jadi bulan depan kami sudah tidak disana, tetapi harus kami akui sejauh ini ABA belum maksimal sehingga kami tak akan lepas tangan sepenuhnya,” kata Syarif.

Untuk itu Syarif mengatakan Pemkot saat ini sudah menunjuk perwakilan jukir di ABA untuk menjadi rekanan pengelolaan gedung parkir lantai dua dan tiga. Perwakilan jukir itu akan berkejasama dengan UPT Malioboro untuk mengupayakan optimalisasi gedung parkir ABA.

“Yang ditunjuk mas Hanarto, nanti dia yang akan menjadi penghubung antara Pemkot dengan teman-teman jukir. Mereka juga akan tetap berkoordinasi dengan UPT, jadi kami tidak lagi jalan sendiri,” kata dia.

Koordinator Pengelola Taman Parkir ABA Hanarto saat dihubungi membenarkan penunjukan itu. Dia juga membenarkan akan dihentikannya tunjangan jatah hidup bagi para jukir yang selama ini membantu mereka bertahan dengan pendapatan parkir yang minim.

Arah penunjukan ini menurut Hanarto adalah untuk mempercepat pembentukan koperasi parkir sepeda motor yang ada di lantai dua dan tiga gedung parkir ABA. Keberadaan koperasi ini nanti akan membuat mereka lebih mudah dalam melakukan bidang usaha yang bisa menunjang optimalnya lahan parkir baru ini.