Kebocoran Retribusi Pantai Terungkap, Pemkab Ambil Alih TPR Kemadang
Pemkab Gunungkidul mengambil alih pengelolaan retribusi wisata di TPR Kemadang setelah ditemukan kebocoran penarikan retribusi.
ilustrasi (abufahmiabdullah.wordpress.com)
Lelang Gunungkidul, baru dua orang yang tertarik ambil formulir pendaftaran.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Minggu pertama pembukaan lowongan Sekretaris Daerah masih sepi. Hal itu terlihat belum adanya satu pun berkas pendaftaran yang masuk ke Sekretariat Panitia Seleksi di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Gunungkidul.
Meski belum ada yang daftar, namun sudah ada calon peserta seleksi yang mengambil formulir pendaftaran. Salah satu pejabat yang berminat mengisi jabatan tertinggi di lingkup kepegawaian di Pemerintah Kabupaten Gunungkidul adalah Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tommy Harahap. Saat dikonfirmasi pada Minggu (18/9/2016), ia tidak menampik telah mengambil formulir tersebut melalui ajudannya beberapa hari lalu.
“Sudah mengambil dan saat ini [kemarin] masih dalam proses melengkapi persyaratan yang dibutuhkan. Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini bisa mendaftarkan diri untuk maju sebagai sekda,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Minggu kemarin.
Menurut dia, keinginan untuk ikut dalam seleksi sekda bukan hal yang harus diperdebatkan. Sebab dari sisi persyaratan, Tommy telah memenuhi sehingga diperbolehkan ikut dalam pengisian itu.
“Kalau ada teman lain yang memenuhi syarat ya silahkan ikut. Ini kan bagian dari usaha, apalagi untuk mendapatkan sukses harus disertai usaha dan doa. Jadi apa yang saya lakukan adalah bagian dari proses itu,” ungkap mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ini.
Ditambahkannya, untuk persyaratan yang menjadi kendala adalah pembuatan makalah tentang visi dan misi. Persyaratan ini, menurut dia, butuh pemikiran yang lebih ketimbang untuk melengkapi persyaratan yang lain. Oleh karenanya, Tommy mengaku akan menyelesaikan makalah itu sebelum menyerahkan berkas pendaftaran.
“Biar lengkap dulu. Tapi kalau memang bisa dipisah [makalah dikumpulkan belakangan] mungkin saya bisa mendaftar besok [hari ini], tapi kalau harus bersama-sama ya mungkin baru bisa Jumat esok,” katanya.
Visi Misi Calon
Sementara itu, Anggota Sekertariat Pansel yang juga Kepala BKD Gunungkidul Sigit Purwanto mengatakan hingga kemarin belum ada satu pun calon yang mengumpulkan berkas pendaftaran. Namun dari proses yang ada sudah ada dua pegawai yang mengambil formulir pendaftaran.
“Sebenarnya untuk formulir, calon tidak harus mengambil ke sekretariat dan bisa mengambilnya dengan cara mendonwload di laman yang tersedia,” katanya.
Menurut dia, belum adanya calon yang mendaftar di awal-awal menjadi hal yang wajar. Ini lantaran dari sisi persyaratan, calon harus mengumpulkan makalah tentang visi misi saat menjadi sekda nanti.
“Mungkin masalah visi misi jadi soal sendiri bagi calon tidak mendaftar di awal-awal pembukaan lowongan,” katanya.
Untuk diketahui, pendaftaran lowongan sekda ini sudah dimulai sejak Rabu (14/9/2016) hingga Selasa (4/10/2016) mendatang. Lowongan ini tidak hanya tersedia untuk pejabat di lingkup Pemkab Gunungkidul, sebab bagi pegawai yang memenuhi persyaratan di lingkup kabupaten-kota dan juga pronvinsi DIY juga dapat ikut berpartisipasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengambil alih pengelolaan retribusi wisata di TPR Kemadang setelah ditemukan kebocoran penarikan retribusi.
Suzuki meluncurkan Fronx SGX Hybrid Kuro dan XL7 terbaru pada GIIAS 2026 dengan penyegaran desain serta fitur keselamatan.
Bank Dunia mencatat 52% perusahaan subjek PPh Badan menganggap penghindaran pajak mudah dilakukan berdasarkan survei WBES 2023.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menilai konsultan pajak berperan penting mendampingi wajib pajak dan mendukung optimalisasi pendapatan negara.
Wayah Dalem HB X, RM Drasthya Wironegoro, mengajak generasi muda belajar aksara Jawa dalam Setu Sinau di kawasan Malioboro.
Putra Mahkota Arab Saudi menyampaikan kekhawatiran kepada Donald Trump terkait laporan rencana serangan besar-besaran AS terhadap Iran.