Puluhan Penulis Deklarasikan Organisasi Profesi Penulis Indonesia

Pemberian penghargaan Sanghyang Kamahayanikan Award oleh Samana Foundation kepada tokoh Halilintar latief dan Karkono Kamajaya (alm) pada penutupan Gelaran Borobudur Writers & Cultural Festival 2016, di Pendopo agung Kedaton Ambarukmo, Sabtu (8/10/2016). (Yudho Priambodo/JIBI - Harian Jogja)
10 Oktober 2016 15:20 WIB Sleman Share :

Puluhan penulis dari seluruh Indonesia pada Sabtu (8/10/2016) resmi mendeklarasikan berdirinya 'Organisasi Profesi Penulis Indonesia'

Harianjogja.com, SLEMAN- Puluhan penulis dari seluruh Indonesia pada Sabtu (8/10/2016) resmi mendeklarasikan berdirinya 'Organisasi Profesi Penulis Indonesia'.

Organisasi tersebut tidak lain yakni sebuah organisasi yang mewadahi para penulis dari berbagai generasi dan genre. Selain itu organisasi ini juga memiliki tujuan untuk mendorong dan mengembangkan ekonomi kreatif dalam dunia tulis menulis.

"Kami akan menggelindingkan gema organisasi ini ke seluruh negeri. Mengajak semua penulis untuk turut serta bergabung," kata salah satu penggagas asosiasi yang juga seorang penulis novel sejarah Langit Kresna Hariadi dalam acara penutupan Gelaran Borobudur Writers & culture Festival 2016 di Pendopo Agung Kedaton Ambarrukmo, Sabtu.

Terbentuknya asosiasi tersebut mendapat fasilitas dari Deputi Hubungan antar lembaga dan Wilayah Badan Ekonomi Kreatig (Bekraf). Selaku Deputi Bekraf Endah Wahyu Sulistyanti sangat menyambut baik terbentuknya asosiasi ini.

"Asosiasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi para penulis, untuk mendapatkan posisi tawar yang lebih kuat di sektor penerbitan dan menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi dunia penerbitan," kata Endah.

Dalam pertemuan yang menyepakati terbentuknya asosiasi penulis ini berlangsung selama tiga hari, 6-8 Oktober 2016 dan dihadiri oleh puluhan penulis lintas genre baik sastra, arsitektur, sejarah, politik, fashion, dan juga kuliner.

Dalam pertemuan kali ini juga disepakati untuk membentuk kelompok kerja yang akan membahas berbagai hal yang terkait dengan kebutuhan organisasi.

Kelompok tersebut yang nantinya akan secara intensif membahas persyaratan legal, struktur organisasi, anggaran, dan rencana kerja. "Target kami akhir tahun ini semua kebutuhan pembentukan organisasi tuntas," tegas Langit.

Sementara itu dalam acara penutupan BWCF 2016, Samana Foundation sebagai penyelenggara tidak lupa memberikan sebuah penghargaan 'Sanghyang Kamahayanikan Award' kepada dua tokoh yakni Halilintar latif dan Karkono Kamajaya (alm).

Penghargaan tersebut diberikan kepada para tokoh perorangan atau kelompok yang dinilai telah berjasa dan memiliki kontribusi besar dalam pengkajian budaya dan sejarah Nusantara.