Kebahagiaan Mbah Mitro Usai Menerima Sepeda dari Jokowi, Ini Untuk Cucu

Mbah Mitro dan cucunya seusai menerima sepeda dari Presiden Jokowi, Senin (10/10) siang. (Arief Junianto/JIBI - Harian Jogja)
11 Oktober 2016 09:40 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Seorang warga Bantul menerima sebuah sepeda dari Presiden Jokowi

Harianjogja.com, BANTUL-Sepele mungkin bagi sebagian orang. Hanya satu unit sepeda. Tapi besar artinya bagi nenek berumur 63 tahun, warga Dusun Jasem, Desa Srimulyo Bantul. Setidaknya, kini ia bisa memberikan sepeda itu kepada cucunya. Lebih dari itu, sepeda itu diberikan langsung oleh Presiden Jokowi.

Kaki mereka berdua mantap melangkah di jalanan aspal Dusun Jasem yang sedikit menanjak.

Sepeda yang masih terbungkus kertas kardus itu mereka tuntun bersama. Sesekali mereka mengusap keringat yang menetes akibat terik siang itu.  “Di eman-eman lo le, sepedane iki soko Pak Presiden [Dirawat baik-baik lo ya, sepedanya ini dari Pak Presiden],” kata nenek yang akrab disapa Mbah Mitro itu.

Sesekali pula ia menjawab pertanyaan beberapa orang yang menyapanya. Ada yang mengucapkan selamat, ada pula yang justru meledek. “Oleh sepeda soko Pak Presiden, yo Le,” kata salah satu dari orang yang menyapanya.

Sepintas, Bu Mitro dan cucunya, Faisal Mukti tak ada bedanya dengan ratusan warga yang memadati Lapangan Jolosutro, Dusun Jasem, Desa Srimulyo, Senin (10/10/2016) itu. Mbah Mitro yang sehari-harinya berjualan sayur hasil kebun sendiri di Pasar Piyungan itu pun tampak antusias menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo. Saat orang nomor satu di tanah air itu memasuki panggung, sesekali Mbah Mitro pun tampak bersorak dan ikut bertepuk tangan.

Bersambung halaman 2


Kedatangan Joko Widodo itu ke Dusun Jasem itu merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kepresidenan di DIY. Di Dusun Jasem sendiri, Jokowi memiliki agenda meninjau Kampung Keluarga Berencana yang sudah dicanangkan sejak 2 Februari 2016 lalu.

Entah ada firasat apa, ia pun dipilih oleh Presiden Jokowi untuk naik ke atas panggung. Tangan tuanya yang mengacung memang lantas ditunjuk oleh Presiden Jokowi. “Jelas saya senang sekali, Mas. Saya tidak pernah bermimpi bisa ngobrol sama Pak Presiden,” girangnya.

Apalagi mendapatkan sepeda dari orang nomor satu di tanah air itu. Menurutnya, mendapatkan barang yang diimpikannya saja sudah sangat menggembirakan. “Apalagi ini dari Presiden. Jelas senang sekali saya.

Di atas panggung, Bu Mitro sempat dilontari pertanyaan mengenai makanan apa yang mengandung protein. Daging, telur, tahu-tempe, begitu ia dengan lantang menjawab pertanyaan dari Presiden Jokowi. “Ya sudah. Sana ambil sepedanya,” ucap Presiden Jokowi spontan.

Bagi Bu Mitro, hari itu memang terasa sangat istimewa. Tak hanya bisa bertemu dengan tokoh penting macam Jokowi, ia pun mendapatkan satu dari tiga unit sepeda yang disiapkan Presiden Jokowi untuk diberikan kepada warga.

Bersambung halaman 3

Secara nominal, harga sepeda itu memang tak seberapa. Tapi tidak bagi Bu Mitro. Sudah bertahun-tahun, cucunya yang baru berumur 8 tahun itu mengidam-idamkan memiliki sepeda. Namun, apa daya, dengan penghasilan yang tak seberapa, membeli sepeda untuk cucunya itu pun hanya sebatas mimpi.

“Saya sampai menabung agar bisa membelikan sepeda untuk cucu saya ini. Tapi nyatanya, tabungan itu tidak ngumpul-ngumpul,” katanya sambil merangkul pundak cucunya itu.

Memang, penghasilan sebagai pedagang sayur mayur di Pasar Piyungan jelas tak begitu menjanjikan. Terlebih sayur mayur yang ia jual terkesan seadanya. Sayur mayur itu didapatkannya dari kebun sendiri. “Ya kadang palawija, kadang sayuran. Kadang juga tidak ada yang bisa saya jual,” ucapnya.

Dengan adanya sepeda itu, kini cucunya tak perlu harus berjalan kaki jika harus berangkat ke sekolahnya, di SDN Jolosutro. Meski rumahnya dan sekolah hanya berjarak sekitar 1,5 km, namun tetap saja, namanya nenek, ia tetap tak tega melihat cucunya yang sangat ingin memiliki sepeda, tak bisa terpenuhi. Belum lagi jika ia harus melihat cucunya yang sangat gemar naik sepeda harus berjuang mengayuh pedal sepeda butut yang ada di rumahnya.

Kebahagiaan juga tampak merona di muka cucunya, Faisal Mukti. Wajah polos bocah itu tampak kebingungan ketika kami menanyainya. Meski begitu, kegembiraan itu tak bisa ia sembunykan. “Iya. Senang,” celetuknya singkat.

Bersepeda, menurutnya memang sudah jadi hobi keseharian bocah itu. Bersama beberapa kawannya, ia sering menghabiskan waktu sore dengan bersepeda. “Tapi sepedanya masih jelek,” katanya.