PENDIDIKAN BANTUL : Kekurangan Siswa, Sekolah Bersejarah Ini Digabung, Setujukah?

14 Oktober 2016 07:22 WIB Irwan A Syambudi Bantul Share :

Pendidikan Bantul berupa penggabungan sekolah mendapat penolakan.

Harianjogja.com, BANTUL — Puluhan warga yang terdiri dari pemuda, wali murid, dewan sekolah, dan Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Bantul lakukan audiensi ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul. Mereka menolak adanya penggabungan sekolah yang direncanakan oleh pemerintah.

Seorang tokoh masyarakat yang juga merupakan mantan guru SD N 1 Jatimulyo mengatakan nilai sejarah sekolah yang berada di Dusun Maladan tersebut terlalu tinggi bagi masyarakat. Pasalnya kata dia sejak saat pertama mengajar di SD 1 Jatimulyo pada 1974, warga telah banyak yang berswadaya memperbaiki bangunan yang rusak. Dia mengaku menjadi saksi perkembangan sekolah tersebut yang mulanya hanya berdinding bambu kini menjadi sekolah yang lengkap fasilitasnya.

(Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/10/13/pendidikan-bantul-warga-menolak-penggabungan-sekolah-sejarah-jadi-alasan-760602">PENDIDIKAN BANTUL : Warga Menolak Penggabungan Sekolah, Sejarah Jadi Alasan)

Menanggapi penolakan masyarakat, Kepala Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidilkan Dasar Kabupaten Bantul, Selamet Pamuji mengatakan pengabungan sejumlah sekolah baru tahap rencana. Kata dia belum ada sosialisasi yang dilakukan mengenai rencana tersebut. Sehingga sampai sekrang dia pun belum mengetahui akan digabung dengan SD yang mana.

Kendati demikian dia mengaku akan mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang menolak adanya rencana penggabungan. Lanjut dia, nanti akan ada kajian lebih lanjut mengenai rencana penggabungan sekolah dengan mempertimbangkan berbagai hal, termasuk kondisi geografis, sosial, budaya, dan kepentingan guru juga murid.

“Kami akan tetap mempertimbangkan kepentingan murid dan guru. Karena di sisi lain dalam aturan sekarang guru baru akan mendapatkan hak fasilitas tunjangan jika memenuhi syarat, salah satunya harus mengajar minimal 20 siswa. Sedangkan SD N 1 Jatimulyo hanya memiliki 52 siswa,” jelasnya, Kamis (13/10/2016()

Selamet mengatakan salah satu alasan pengabungan 35 SD di Bantul karena rata-rata tidak memiliki murid kurang dari 120. Sehingga untuk melakukan efisiensi anggaran kata dia sejumlah sekolah tersebut rencananya akan digabungkan. Namun dalam prakteknya penggabungan nanti harus mempertimbangkan sejumlah aspek.

“Mungkin nanti untuk SD N 1 Jatimulyo solusinya ketika dilakukan penggabungan hanya pada lembaganya saja tapi kegiatan belajar mengajar tetap di SD tersebut,” jelasnya.