Anggrek Vanda Tricolor Merapi Jadi Ikon DIY

Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI), Endang Semiarti saat menjelaskan ciri-ciri Vanda Tricolor Merapi di Taman Anggrek Titi Orchid di Pakem, beberapa waktu lalu.(Abdul Hamid Razak/JIBI - Harian Jogja)
14 Oktober 2016 02:20 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Anggrek Vanda Tricolor jumlahnya menurun.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Jumlah spesies anggrek yang tumbuh di wilayah lereng Gunung Merapi semakin menyusut paskaerupsi Merapi 2010. Termasuk anggrek jenis Vanda Tricolor Merapi yang merupakan varietas asli gunung tersebut. Anggrek jenis ini bisa jadi icon DIY.

(Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2015/06/02/gunung-merapi-warga-temukan-2-jenis-anggrek-baru-610452">GUNUNG MERAPI : Warga Temukan 2 Jenis Anggrek Baru)

Kepala Balai Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM),  Edy Sutyarto menjelaskan, berdasarkan hasil inventarisasi TNGM sebelum erupsi Merapi 2010 tercatat sekitar 70 spesies anggrek yang tumbuh di lereng Merapi.

“Setelah erupsi Merapi 2010, jumlah turun menjadi 50 jenis,” katanya, Kamis (13/10/2016).

Dia menjelaskan, wilayah lereng Merapi selama ini menjadi habitat tumbuh-tumbuhan beragam jenis, termasuk anggrek. Meski begitu, katanya, habitat tumbuh-tumbuhan tidak dapat bertahan lama di sepanjang lereng Merapi. Hal itu dikarenakan gunung itu secara periodik mengalami erupsi.

“Kalau saat ini, lereng Selatan Merapi relatif aman dan menjadi habitat anggrek. Sebab dampak erupsi di bagian sana ringan," katanya.