PILKADA JOGJA : Marsiyem Bikin Haryadi dan Fadli Berebut Simpati

Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah (JIBI/Harian Jogja - Istimewa)
21 Oktober 2016 22:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pilkada Jogja, kedua balon mulai berebut simpati warga.

Harianjogja.com, JOGJA -- Seorang nenek penjual jajanan pasar yang biasa mangkal di sekitar Kantor Pos Besar mendadak bikin heboh suasana apel gelar pasukan pengamanan pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwalkot) Jogja yang digelar di Alun-alun Utara, Jumat (21/10/2016).

Nenek bernama Marsiyem, 65, menerobos masuk ke tengah barisan apel. Upacara gelar pasukan kebetulan baru selesai, tetapi masih dilanjutkan dengan simulasi kerusuhan proses pilwalkot.

Marsiyem sempat diperingatkan anggota polisi, tetapi tetap masuk sehingga membuat Kepala Kepolisian Resort Kota Jogja Komisaris Besar Tommy Wibisono turun tangan seusai menjadi pemimpin upacara.

Tommy membawakan dua keranjang jajanan pasar milik Marsiyem. Namun bukannya dibawa ke luar lapangan, Marsiyem justru diajak duduk bersama jajaran para pejabat di kursi VIP.

Dua keranjang jajanan pasar milik Marsiyem pun diborong Haryadi yang hadir dalam kesempatan tersebut. Suasana pun semakin ramai dan menarik awak media untuk mengabadikan gambar sang nenek tersebut. Haryadi hadir dengan kapasitasnya sebagai walikota sekaligus bakal calon walikota 2017 mendatang.

Keramaian semakin bertambah saat Haryadi mengeluarkan dompet dan memberikan uang kepada Marsiyem, Asisten Bidang Pemerintahan Achmad Fadli ikut nimbrung dan juga memberikan tambahan jajanan pasar milik Marsiyem. Suasana tersebut pun menjadi ajang banyolan karena Achmad Fadli selain asisten juga merupakan bakal calon wakil walikota dari kubu yang berseberangan dengan Haryadi.

"Wah jadi ajang kampanye ni," celetuk salah satu perwira polisi kemudian disambut tawa dan tepuk tangan tamu yang hadir, termasuk Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).