UANG PALSU GUNUNGKIDUL : Peredaran Upal Libatkan Banyak Pemain, Siapa Saja?

JIBI/SOLOPOS/Dwi PrasetyaTERSANGKA UPAL- Tersangka pengedar uang palsu (Upal), Eni Dewi Ningsihati (kanan), 54, dan Agus Dahono Mahaputra (dua dari kanan), 37, saat digelandang petugas di Mapolresta Solo, Jumat (22/7). Tersangka ditangkap dengan barang bukti uang kertas diduga palsu sebesar 1.050.000 rupiah dengan rincian 9 lembar uang kertas seratus ribuan dan 3 lembar uang kertas lima puluh ribuan diduga palsu.< - i>
25 Oktober 2016 21:20 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Uang Palsu Gunungkidul masih dalam tahapan pemeriksaan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Peredaran uang palsu (upal) di Gunungkidul melibatkan banyak pemain. Polisi menambah jumlah tersangka peredaran upal menjadi tiga orang.

(Baca Juga :http://www.solopos.com/2016/10/23/uang-palsu-gunungkidul-warga-trauma-bertransaksi-dengan-uang-pecahan-rp100-000-762747"> UANG PALSU GUNUNGKIDUL : Warga Trauma Bertransaksi dengan Uang Pecahan Rp100.000)

Polres Gunungkidul menetapkan dua perempuan berinisial R dan SM masing-masing berusia 51 tahun, terkait peredaran uang palsu di Gunungkidul. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat dalam peredaran uang yang dilakukan oleh Komisaris Polisi (Kompol) Maryadi.

Anggota Polda DIY itu lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka peredaran upal di wilayah Panggang, Gunungkidul.

“Kedua tersangka [R dan SM] adalah warga DIY, salah satunya warga Sleman,” terang Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Gunungkidul Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mustijat Priyambodo, Selasa (25/10/2016).

Dua tersangka kini mendekam di tahanan Polres. Menurut Mustijab, kedua tersangka diindikasikan sebagai penyetor uang palsu ke Kompol Maryadi. Oleh Maryadi, sebagian uang palsu dibelanjakan ke sejumlah warung di Panggang, untuk mendapat kembalian uang asli.