Advertisement

Sampah Menumpuk di Jembatan Kabanaran, DLH Kulonprogo Siagakan Petugas

Khairul Ma'arif
Rabu, 28 Januari 2026 - 21:37 WIB
Sunartono
Sampah Menumpuk di Jembatan Kabanaran, DLH Kulonprogo Siagakan Petugas Jembatan Kabanaran, Pandansimo. / istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Unit Pelaksana Teknis (UPT) Persampahan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulonprogo akan menyiagakan petugas kebersihan khusus di kawasan Jembatan Kabanaran mulai Februari 2026 sebagai respons atas maraknya pembuangan sampah sembarangan oleh masyarakat.

Langkah penyiagaan ini diambil setelah DLH mencatat volume sampah yang cukup besar di kawasan tersebut dalam kurun waktu singkat. Kepala UPT Persampahan dan Pertamanan DLH Kulonprogo, Budi Purwanta, menyebutkan bahwa sepanjang Januari 2026 saja pengangkutan sampah di Jembatan Kabanaran telah dilakukan sebanyak dua kali.

Advertisement

“Dalam satu bulan bisa dua kali pengangkutan, total beratnya sekitar 600 kilogram. Itu menunjukkan sampah yang tercecer di sepanjang jembatan cukup banyak,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).

Budi menegaskan, mulai Februari 2026 akan ada petugas khusus yang disiagakan untuk menjaga kebersihan Jembatan Kabanaran. Petugas tersebut akan bertugas setiap hari kerja pada jam operasional dari pagi hingga siang.

Menurutnya, DLH akan menempatkan dua petugas kebersihan secara rutin di lokasi tersebut. Penugasan ini tidak melibatkan penambahan tenaga baru, melainkan memanfaatkan personel yang sudah ada.

“Petugas yang biasanya bertugas di wilayah Wates akan kami alihkan ke Jembatan Kabanaran. Hari kerjanya Senin sampai Sabtu, dan bisa masuk hari Minggu jika ada kegiatan atau event tertentu,” ujarnya.

Selain menangani persoalan persampahan, petugas juga akan melakukan penataan pertamanan di kawasan Jembatan Kabanaran. Budi menyampaikan bahwa di lokasi tersebut terdapat sejumlah tanaman hias yang perlu dirawat dan ditata ulang.

Ia menjelaskan, tanaman yang berada di area pedestrian akan dipangkas apabila dinilai mengganggu pejalan kaki maupun pandangan pengguna jalan. Rumput liar juga akan dikendalikan agar kawasan jembatan terlihat lebih rapi dan aman.

“Rumput dan tanaman sudah menjulang terlalu panjang, menghalangi pandangan dan pejalan kaki. Itu akan kami rapikan, sekaligus mengendalikan sampah di sepanjang jembatan,” ungkap Budi.

Sampah yang dihasilkan dari aktivitas pembersihan di Jembatan Kabanaran selanjutnya akan diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banyuroto. Budi menegaskan bahwa UPT Persampahan dan Pertamanan memang mendapat mandat untuk melakukan pemeliharaan kawasan tersebut.

Meski demikian, ia mengakui masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan di Jembatan Kabanaran, sehingga diperlukan pengawasan dan perawatan yang lebih intensif.

Sementara itu, Lurah Banaran, Haryanta, menambahkan bahwa tumpukan sampah paling banyak ditemukan di area inti Jembatan Kabanaran. Menurutnya, kondisi di sisi Banaran yang terdapat pedagang kaki lima (PKL) justru relatif lebih bersih.

“Karena ada tindak lanjut dari para PKL, di sisi Banaran malah lebih bersih. Sampah justru banyak ditemukan di inti Jembatan Kabanaran, padahal di lokasi itu sebenarnya dilarang untuk berjualan,” jelas Haryanta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Iran Tegaskan Kendali Selat Hormuz di Tengah Ancaman Serangan AS

Iran Tegaskan Kendali Selat Hormuz di Tengah Ancaman Serangan AS

News
| Rabu, 28 Januari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026

Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026

Wisata
| Rabu, 28 Januari 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement