Advertisement
Sedekah Benih Ikan Pengantin Jadi Strategi Gemarikan Kulonprogo
Budi daya ikan air tawar. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mengembangkan pendekatan berbasis sosial dan keagamaan untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan masyarakat. Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Kulonprogo menggandeng Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulonprogo melalui program Jaga Kaliku Sipatin atau Sedekah Ikan Pasangan Pengantin.
Program tersebut dirancang sebagai upaya pelestarian sumber daya perikanan di perairan umum dengan melibatkan pasangan pengantin. Melalui skema ini, calon pengantin dihimbau bersedekah benih ikan yang kemudian dilepas di perairan umum sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus pemenuhan gizi masyarakat.
Advertisement
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dislautkan Kulonprogo, Wakhid Purwosubiyantara, menjelaskan istilah sedekah digunakan karena jumlah benih ikan yang disumbangkan tidak dibatasi. Menurutnya, program Sipatin berkontribusi langsung pada peningkatan populasi ikan di perairan umum.
“Dinamakan sedekah karena tidak dibatasi jumlah benihnya. Dengan kegiatan Sipatin ini tentu akan menambah populasi ikan di perairan umum, sehingga ketersediaan ikan akan menambah gizi keluarga,” katanya kepada wartawan, Minggu (25/1/2026).
BACA JUGA
Ia berharap, meningkatnya ketersediaan ikan di lingkungan masyarakat dapat mendorong kebiasaan konsumsi ikan secara rutin, mengingat ikan merupakan sumber protein penting bagi kesehatan keluarga.
“Harapannya ketersediaan ikan memadai sehingga masyarakat menjadi rutin konsumsi ikan yang banyak proteinnya,” ucapnya.
Wakhid menambahkan, sinergi dengan Kantor Kemenag Kulonprogo dipilih karena institusi tersebut memiliki jangkauan pembinaan yang luas hingga ke tingkat masyarakat akar rumput. Kolaborasi ini juga sejalan dengan visi dan misi kepala daerah periode sekarang yang menekankan penguatan nilai religius di Kulonprogo.
“Kantor Kemenag Kulonprogo memiliki daya jangkau luas dan langsung ke jantung masyarakat sehingga bisa menjadi penopang sosialisasi untuk peningkatan konsumsi ikan warga Kulonprogo,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kulonprogo, Wahib Jamil, menyatakan kesiapan institusinya untuk bersinergi dalam mendukung Gerakan Makan Ikan untuk Atasi Stunting (Gemati) serta Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Menurutnya, peran penyuluh agama menjadi kunci dalam menyampaikan pesan program tersebut kepada masyarakat.
“Kami siap bersinergi pada program Gemati dan Gemarikan. Melalui sinergi program Jaga Kaliku Sipatin, kami selalu menekankan pentingnya menjaga bumi dan kelestarian alam,” katanya.
Kantor Kemenag Kulonprogo telah menyiapkan sebanyak 87 tenaga penyuluh agama yang akan terjun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan. Langkah ini diharapkan menjadi strategi berkelanjutan dalam meningkatkan konsumsi ikan sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Ahok Tegaskan Tak Kenal Riza Chalid di Sidang Korupsi Minyak Pertamina
Advertisement
Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Selasa 27 Januari 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 27 Januari 2026, Tarif Rp8.000
- Penataan Pantai Sepanjang Dinilai Sukses, DPRD Dorong Perluasan
- UMK Bantul Naik, Disnakertrans Intensifkan Pengawasan Perusahaan
- Status Siaga Bencana Gunungkidul Diperpanjang hingga 31 Maret 2026
Advertisement
Advertisement



