Kulonprogo Pastikan Gaji PPPK 2026 Aman, Dibayar 12 Bulan Plus THR
Pemkab Kulonprogo pastikan gaji PPPK 2026 aman, dibayar penuh 12 bulan plus THR tanpa kendala anggaran.
Budi daya ikan air tawar. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mengembangkan pendekatan berbasis sosial dan keagamaan untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan masyarakat. Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Kulonprogo menggandeng Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulonprogo melalui program Jaga Kaliku Sipatin atau Sedekah Ikan Pasangan Pengantin.
Program tersebut dirancang sebagai upaya pelestarian sumber daya perikanan di perairan umum dengan melibatkan pasangan pengantin. Melalui skema ini, calon pengantin dihimbau bersedekah benih ikan yang kemudian dilepas di perairan umum sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus pemenuhan gizi masyarakat.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dislautkan Kulonprogo, Wakhid Purwosubiyantara, menjelaskan istilah sedekah digunakan karena jumlah benih ikan yang disumbangkan tidak dibatasi. Menurutnya, program Sipatin berkontribusi langsung pada peningkatan populasi ikan di perairan umum.
“Dinamakan sedekah karena tidak dibatasi jumlah benihnya. Dengan kegiatan Sipatin ini tentu akan menambah populasi ikan di perairan umum, sehingga ketersediaan ikan akan menambah gizi keluarga,” katanya kepada wartawan, Minggu (25/1/2026).
Ia berharap, meningkatnya ketersediaan ikan di lingkungan masyarakat dapat mendorong kebiasaan konsumsi ikan secara rutin, mengingat ikan merupakan sumber protein penting bagi kesehatan keluarga.
“Harapannya ketersediaan ikan memadai sehingga masyarakat menjadi rutin konsumsi ikan yang banyak proteinnya,” ucapnya.
Wakhid menambahkan, sinergi dengan Kantor Kemenag Kulonprogo dipilih karena institusi tersebut memiliki jangkauan pembinaan yang luas hingga ke tingkat masyarakat akar rumput. Kolaborasi ini juga sejalan dengan visi dan misi kepala daerah periode sekarang yang menekankan penguatan nilai religius di Kulonprogo.
“Kantor Kemenag Kulonprogo memiliki daya jangkau luas dan langsung ke jantung masyarakat sehingga bisa menjadi penopang sosialisasi untuk peningkatan konsumsi ikan warga Kulonprogo,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kulonprogo, Wahib Jamil, menyatakan kesiapan institusinya untuk bersinergi dalam mendukung Gerakan Makan Ikan untuk Atasi Stunting (Gemati) serta Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Menurutnya, peran penyuluh agama menjadi kunci dalam menyampaikan pesan program tersebut kepada masyarakat.
“Kami siap bersinergi pada program Gemati dan Gemarikan. Melalui sinergi program Jaga Kaliku Sipatin, kami selalu menekankan pentingnya menjaga bumi dan kelestarian alam,” katanya.
Kantor Kemenag Kulonprogo telah menyiapkan sebanyak 87 tenaga penyuluh agama yang akan terjun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan. Langkah ini diharapkan menjadi strategi berkelanjutan dalam meningkatkan konsumsi ikan sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo pastikan gaji PPPK 2026 aman, dibayar penuh 12 bulan plus THR tanpa kendala anggaran.
Terlalu sering minum kopi kekinian bisa memicu gangguan tidur, berat badan naik hingga risiko diabetes. Simak 13 dampaknya bagi kesehatan.
Enam wakil Indonesia bertanding di babak 32 besar Macau Open 2026. Sorotan tertuju pada duel Prahdiska Bagas Shujiwo melawan Lee Zii Jia.
Mehdi Torabi terancam absen membela Iran di Piala Dunia 2026 setelah visa masuk Amerika Serikat miliknya kedaluwarsa usai laga perdana.
Cristiano Ronaldo memimpin Portugal menghadapi RD Kongo pada laga perdana Grup K Piala Dunia 2026 dalam misi mengejar gelar juara dunia pertama.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.