Musim Hujan, Flu Burung Merebak Mungkin Terjadi

Ilustrasi flu burung (Dok/JIBI - Solopos)
15 November 2016 16:55 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Musim hujan memberikan pengaruh pada kesehatan ternak ayam.

Harianjogja.com, JOGJA -- Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakat lebih selektif dalam membeli unggas di pasar untuk menghindari potensi penyebaran wabah flu burung selama musim hujan.

"Di pasar biasanya unggas sehat atau sakit dari berbagai daerah berbaur menjadi satu sehingga perlu lebih waspada terhadap potensi wabah flu burung," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) DIY Sutarno, Senin (14/11/2016) seperti dikutip dari Antara.

Apabila masyarakat akhirnya membeli unggas dari pasar, kata Sutarno, sebaiknya langsung dipotong atau dikonsumsi, bukan untuk diternak. Jika masyarakat bermaksud mengembangbiakkan unggas, sebaiknya mulai dari kecil.

"Biasanya kalau dibeli dari pasar untuk dipelihara, banyak membawa penyakit untuk unggas lain di sekitarnya," kata dia.

Pada bulan Oktober 2016, Distan DIY melalui petugas Unit Respons Cepat (URC) mendapatkan laporan kasus kematian 300 unggas yang positif terjangkit flu burung di Dusun Kedung Guwosari Pajangan, Kabupaten Bantul.

Meski jumlah laporan tidak banyak, menurut Sutarno, virus H5N1 sebagai pemicu penyakit flu burung masih memiliki kemungkinan menyebar ke peternakan unggas lainnya.

Menurut Sutarno, Distan DIY melalui 60 petugas URC yang tersebar di seluruh kabupaten telah mengintensifkan pemantauan kemungkinan adanya penyakit unggas lainnya, seperti newcastle disease atau tetelo.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Bidang Peternakan, Dinas Pertanian DIY, Anung Endah Swasti pencegahan merebaknya virus flu burung dapat dilakukan dengan menerapkan biosecurity.

Biosecurity, menurut dia, terdiri atas tiga tahap, yakni pemilihan lokasi kandang dengan baik, pembuatan pagar kandang, serta manajemen kandang, termasuk pemberian disinfektan.

"Kami sudah menyosialisasikan mekanisme biosecurity kepada kelompok peternak," katanya.

Pada tahun 2016, Distan DIY menyiapkan 700.000 dosis vaksin flu burung dan 800 liter disinfektan. Sebanyak 700.000 dosis vaksin itu terdiri atas 500.000 dosis vaksin H5N1 clade 2.1.3 dan 200.000 dosis vaksin H5N1 clade 2.3.2.