YU DJUM MENINGGAL : Gudeg Yu Djum, Kerja Keras Djuwariah hingga Akhir Hayat...

Warga menyalatkan Djuhariah atau yang biasa dipanggil dengan nama Yu Djum. (Arief Wahyudi/JIBI - Harian Jogja)
15 November 2016 21:55 WIB Sleman Share :

Yu Djum, sang pelopor gudeg di Jogja meninggal dunia

Harianjogja.com, JOGJA- Hingga Senin (15/11/2016) sore, suasana duka masih menyelimuti kompleks kediaman keluarga Almarhumah Djuwariah Suwandi Darmo Suwarno atau yang dikenal dengan Yu Djum, sang pencipta gudeg legendaris di Jogja.

Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/11/15/berita-duka-ini-cerita-dibalik-nama-gudeg-yu-djum-768928">BERITA DUKA : Ini Cerita Dibalik Nama “Gudeg Yu Djum”

Meninggal pada usia 83 tahun, Yu Djum meninggalkan kenangan yang membekas dan menjadi sejarah bagi kuliner Gudeg Jogja.

Sepanjang jalan menuju kediaman Yu Djum, berjejer puluhan karangan bunga yang menjadi penanda betapa banyak pihak yang turut berduka cita atas kepergian tokoh gudeg legendaris di Jogja itu pada Senin (14/11/2016) petang lalu.

Usai pemakaman, salah seorang cucu Yu Djum, Oki Sasono menceritakan kiprah seseorang yang ia sebut simbah tersebut dengan air muka yang bersemangat meski dengan mata yang masih terlihat sembab.

Semasa hidupnya, Oki melihat sosok neneknya tersebut sebagai orang yang sangat tangguh. Meskipiun di usianya yang telah senja, ia tak lantas membiarkan begitu saja penjualan gudeg yang dirintisnya sejak ia berusia 17 tahun. Dikatakannya beberapa kali Yu Djum masih terlihat terlibat dalam usaha yang telah memilik empat cabang utama di Jogja tersebut .

“Simbah itu kadang masih turun tangan bantu menyobek daun pisang sebagai alas gudeg, mengupas telur, sampai memotong ayam, di usianya yang sudah sepuh begitu,” ujar Oki halaman rumah Yu Djum, Dusun Karangasem Barek, Desa Catur Tunggal, Depok, usai mengikuti pemakaman pada Selasa (15/11/2016) siang.

Oki menyebut Yu Djum sebagai sosok yang selalu ulet dan tegas, ketika dihubungkan dalam usaha pergudegan. Sejak tahun pertama yakni sekitar tahun 1954 lalu, berdasarkan cerita yang ia peroleh turun temurun dari keluarganya, bahwa Yu Djum memanglah seorang pekerja keras.

Pada awalnya, Yu Djum menjajakan gudegnya secara berkeliling jalan kaki dengan menggunakan gendongan seperti layaknya seorang tukang jamu. Semangatnya untuk mengembangkan usaha gudeg terus ia lakukan hingga akhirnya gudeg Yu Djum cukup dikenal di masyarakat.

Berita lain : http://www.harianjogja.com/baca/2016/11/14/berita-duka-tokoh-fenomenal-gudeg-jogja-yu-djum-meninggal-768905">BERITA DUKA : Tokoh Fenomenal Gudeg Jogja “Yu Djum” Meninggal