Bos Summarecon Diduga Beri Rp1,5 Miliar untuk Urus SHGB
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.
Warga menyalatkan Djuhariah atau yang biasa dipanggil dengan nama Yu Djum. (Arief Wahyudi/JIBI/Harian Jogja)
Yu Djum, sang pelopor gudeg di Jogja meninggal dunia
Harianjogja.com, JOGJA- Hingga Senin (15/11/2016) sore, suasana duka masih menyelimuti kompleks kediaman keluarga Almarhumah Djuwariah Suwandi Darmo Suwarno atau yang dikenal dengan Yu Djum, sang pencipta gudeg legendaris di Jogja.
Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/11/15/berita-duka-ini-cerita-dibalik-nama-gudeg-yu-djum-768928">BERITA DUKA : Ini Cerita Dibalik Nama “Gudeg Yu Djum”
Meninggal pada usia 83 tahun, Yu Djum meninggalkan kenangan yang membekas dan menjadi sejarah bagi kuliner Gudeg Jogja.
Sepanjang jalan menuju kediaman Yu Djum, berjejer puluhan karangan bunga yang menjadi penanda betapa banyak pihak yang turut berduka cita atas kepergian tokoh gudeg legendaris di Jogja itu pada Senin (14/11/2016) petang lalu.
Usai pemakaman, salah seorang cucu Yu Djum, Oki Sasono menceritakan kiprah seseorang yang ia sebut simbah tersebut dengan air muka yang bersemangat meski dengan mata yang masih terlihat sembab.
Semasa hidupnya, Oki melihat sosok neneknya tersebut sebagai orang yang sangat tangguh. Meskipiun di usianya yang telah senja, ia tak lantas membiarkan begitu saja penjualan gudeg yang dirintisnya sejak ia berusia 17 tahun. Dikatakannya beberapa kali Yu Djum masih terlihat terlibat dalam usaha yang telah memilik empat cabang utama di Jogja tersebut .
“Simbah itu kadang masih turun tangan bantu menyobek daun pisang sebagai alas gudeg, mengupas telur, sampai memotong ayam, di usianya yang sudah sepuh begitu,” ujar Oki halaman rumah Yu Djum, Dusun Karangasem Barek, Desa Catur Tunggal, Depok, usai mengikuti pemakaman pada Selasa (15/11/2016) siang.
Oki menyebut Yu Djum sebagai sosok yang selalu ulet dan tegas, ketika dihubungkan dalam usaha pergudegan. Sejak tahun pertama yakni sekitar tahun 1954 lalu, berdasarkan cerita yang ia peroleh turun temurun dari keluarganya, bahwa Yu Djum memanglah seorang pekerja keras.
Pada awalnya, Yu Djum menjajakan gudegnya secara berkeliling jalan kaki dengan menggunakan gendongan seperti layaknya seorang tukang jamu. Semangatnya untuk mengembangkan usaha gudeg terus ia lakukan hingga akhirnya gudeg Yu Djum cukup dikenal di masyarakat.
Berita lain : http://www.harianjogja.com/baca/2016/11/14/berita-duka-tokoh-fenomenal-gudeg-jogja-yu-djum-meninggal-768905">BERITA DUKA : Tokoh Fenomenal Gudeg Jogja “Yu Djum” Meninggal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.
Jadwal bola 21–22 September 2026 diisi Asian Games 2026, termasuk Korea Selatan vs Korea Utara, Vietnam U23 vs Uzbekistan U23, dan laga persahabatan.
BIGBANG menambah konser Jakarta menjadi dua hari, 16–17 Januari 2027. Simak jadwal presale V.I.P Membership, BCA, Indosat, dan penjualan umum.
Timnas Indonesia memulai FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Singapura pada 25 September. Simak jadwal Grup A dan Grup B lengkap di sini.
Indonesia mengoleksi tujuh medali Asian Games 2026, terdiri atas satu perak dan enam perunggu, serta menempati posisi ke-12.
Basarnas menemukan dua korban meninggal KM Virgo Transport 8 di dalam kapal. Hingga Senin siang, 123 orang masih dalam pencarian.