Advertisement
Antidipasi Ideologi Sesat, Pemda DIY Anggarkan Rp1,3 Miliar
Advertisement
Ideologi sesat di DIY diantisipasi dengan pembinaan
Harianjogja.com, JOGJA - Pemda DIY menganggarkan Rp1,3 miliar melalui Badan Kesbangpol DIY untuk melaksanakan program bina ideologi pada 2017 mendatang.
Advertisement
DPRD DIY sepenuhnya mendukung rencana pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan tersebut. Program itu secara khusus untuk mengantisipasi sebaran ideologi sesat, terutama akan menyasar 420 eks Gafatar di DIY.
Kepala Badan Kesbangpol DIY Agung Supriyanto menjelaskan, anggaran Rp1,3 miliar sengaja disiapkan untuk program bina ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan pada 2017. Program itu akan menyasar 78 kecamatan di DIY, utamanya 420 eks Gafatar DIY yang sebelumnya dipulangkan dari tempat mereka eksodus.
Bentuk program, nantinya tidak sekedar penyuluhan, namun juga memberi kebebasan berargumen seperti pada eks Gafatar, untuk menggali sejauh mana pemahaman mereka terhadap paham yang diikuti.
"Kami kedepankan dialog [dalam program bina ideologi], karena kalau langsung dipaksa juga tidak mudah," terangnya seusai rapat tentang keamanan dan ketertiban Jogja di DPRD DIY, Selasa (15/11/2016).
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menyatakan, meski harus menggelontorkan Rp1,3 miliar, namun pihaknya mendukung program tersebut demi mengantisipasi adanya ideologi yang tak sejalan dengan pancasila.
Ia berharap, program serupa juga dilakukan oleh kabupaten/kota di DIY, sehingga bisa menyasar hingga level desa dan kelurahan. Eko menyarankan, sasaran bina ideologi tersebut tidak hanya kelompok sesat seperti Gafatar, melainkan juga tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, agar bisa menjadi juru penerang untuk menjelaskan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan kepada masyarakat yang lain.
"Seperti guru juga karena setiap hari bertemu dengan murid, bisa mensosialisasikan dengan siswa, kemudian perangkat desa dan tokoh masyarakat forum komunikasi pimpinan kecamatan," ujar politisi PDIP ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Garebeg Sawal 2026 Tanpa Gajah, Ini Penjelasan Kraton
- Kraton Keluarkan Lima Gunungan Garebeg Syawal, Ini Maknanya
- Libur Idulfitri, Wisata Kedhaton dan Tamansari Tutup Dua Hari
- Malam Takbir di Plosokuning Dipusatkan di Masjid Pathok Negoro
- Kadin Gunungkidul Turun Tangan Bantu Bocah Rawat Orang Tua Sakit
Advertisement
Advertisement





