PENIPUAN GUNUNGKIDUL : Pas Mau Bayar Angsuran Kredit, Pas Ada BBM Kirim Nomor Rekening, Kena Deh...

18 November 2016 12:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Penipuan Gunungkidul terjadi melalui pesan dingkat di BBM

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Masyarakat di Gunungkidul diminta untuk berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan. Saat ini banyak cara yang digunakan untuk menipu, salah satunya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Rabu (16/11/2016), Aghata Narulia,19, warga Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari harus gigit jari dan harus merelakan kehilangan uang jutaan rupiah karena menjadi korban penipuan via BBM. Proses penipuan ini bermula saat Aghata menanyakan jumlah angsuran bulanan ke salah satu pegawai lembaga keuangan di Wonosari.

Tak berselang lama, dia mendapatkan kiriman pesan BBM dari seseorang yang memberikan nomor rekening. Tanpa pikir panjang, dia pun mengirimkan uang sebesar Rp1,5 juta ke rekening yang dimaksud.

Penipuan ini sendiri baru terbongkar saat dia mencoba menghubungi orang yang memberikan nomor rekening dan tak mendapatkan jawaban. Dia pun akhirnya melaporkan penipuan ini ke Polres Gunungkidul.

Kepala Satuan Reserse Polres Gunungkidul AKP Mustijat Priyambodo membenarkan adanya laporan tentang penipuan dengan modus BBM. Adapun modusnya meminta korban untuk mengirimkan sejumlah uang ke nomor rekening tertentu.

“Kasus ini terbongkar karena korban menanyakan konfirmasi nomor rekening ke pegawai bank. Namun ternyata petugas yang ditanya tidak merasa mengirimkan rekening. Selanjutnya, korban melaporkan penipuan itu ke polisi,” kata Mustijat kepada wartawan, Kamis (17/11/2016).

Dia menjelaskan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut. Namun demikian, Mustijat berharap kasus penipuan ini menjadi perhatian bersama karena banyak modus yang digunakan oleh oknum tak bertanggungjawab guna mendapatkan keuntungan pribadi.

Masyarakat pun diminta untuk tidak langsung percaya terhadap penawaran-penawaran yang diberikan oleh orang tak dikenal. Terkadang, kata Mustijat, para penipu memanfaatkan momen-momen dalam melancarkan aksinya.

“Diteliti dulu pesan itu ada kenjanggalan atau tidak. Untuk berjaga-jaga, jika memang tidak kenal, lebih baik pesan tersebut diabaikan saja,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan oleh Panit Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino. Menurut dia, modus penipuan yang dilakukan saat ini makin beragam dan tidak hanya dengan cara-cara konvensional. Sebab para pelaku sudah mulai menggunakan teknologi untuk melancarkan aksinya. “Banyak kasus mulai dari sms mama minta pulsa, atau yang terkini meminta uang lewat BBM,” kata Ngadino.

Dia pun berharap agar masyarakat lebih berhati-hati lagi untuk mengindarkan dari tindak pidana penipuan. “Sekarang semua cara bisa dihalalkan. Jadi kepada masyarakat harus lebih berhati-hati terutama menyangkut pesan-pesan dari ponsel atau pun media lainnya,” katanya.