GEMPA JOGJA : Sudah Tanggap Bencana Gempa Bumi, Warga Bantul Jangan Percaya Hoax

Pusat gempa bumi yang terjadi di DIY, Senin (28/4 - 2014). (@infoBMKG)
19 November 2016 04:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Gempa Jogja terjadi dua kali, warga diimbau tidak mudah terpancing kabar bohong

Harianjogja.com, BANTUL- Warga Bantul dinilai telah sadar bahwa wilayah mereka berada di zona potensi gempa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengatakan bahwa masyarakat Bantul kini memang sudah lebih tanggap terhadap terjadinya bencana gempa bumi. Ia menilai, warga kini sudah semakin sadar bahwa wilayah yang mereka tempati termasuk pada zona potensi gempa.

“Saya cuma berharap masyarakat tidak mudah terpancing isu berita media sosial yang tidak benar,” ujarnya, Jumat (18/11/2016).

Jika kabar yang beredar mengatakan adanya prediksi gempa susulan, Dwi memastikan bahwa kabar itu tidak benar. Sesuai arahan BMKG, gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang sama sekali tak bisa diprediksi secara ilmiah. “Jadi kalau ada yang bilang prediksi gempa, saya pastikan itu hoax,” tegasnya.

Ia membenarkan bahwa terjadi dua kali gempa dengan titik pusat gempa yang berbeda. Jika gempa pertama berpusat di 93 kilometer barat daya Gunungkidul dengan kedalaman 10 kilometer, gempa kedua terjadi di 53 kilometer barat daya Bantul dengan kedalaman yang sama.

Dari hasil laporan para relawan di masing-masing desa yang dikumpulkannya, gempa yang dirasakan warga Bantul hanya gempa yang pertama saja. Sedangkan gempa yang kedua nyaris tak ada warga Bantul yang merasakannya.

Adapun sebaran wilayah yang merasakan getaran gempa itu masing-masing ada di Kecamatan Kretek, Imogiri, Pundong, sebagian Bambanglipuro, dan Bantul. “Kami saja [BPBD] saat rapat internal pagi tadi merasakannya juga,” katanya.

Meski begitu, ia menegaskan semua kondisi pasca terjadinya gempa yang berjarak cukup dekat dengan dataran Bantul itu tidak berdampak pada kerusakan infrastruktur. Hingga berita ini diturunkan, ia mengaku belum menerima satu pun laporan kerusakan baik rumah maupun jalan dari masyarakat.