BANDARA KULONPROGO : Warga Masih Punya Waktu 6 Bulan

Penyerahan draft nota kesepahaman oleh Bupati Kulonprogo kepada perwakilan warga terdampak bandara di Kantor Bupati Kulonprogo, Wates pada Selasa (22/2/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
25 November 2016 23:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Bandara Kulonprogo, warga yang sudah mendapat ganti rugi diberi waktu untuk pindah

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Warga terdampak pembangunan Bandara Temon yang sudah menerima ganti rugi memiliki waktu 6 bulan untuk mengosongkan rumahnya. Sejauh ini, belum ada warga yang telah pindah atau mengurus surat kepindahan kependudukan ke pemerintah desa.

Kepala Desa Glagah, Agus Parmono mengatakan warganya masih punya waktu hingga bulan Maret mendatang untuk mengosongkan rumah dan asetnya yang telah diganti rugi.

(Baca Juga : BANDARA KULONPROGO : Akhir November Ganti Rugi Selesai Dibayar)

“Warga dikasi waktu 6 bulan sampai Maret,”jelasnya, Jumat (25/11/2016). Menurutnya, hal ini sesuai dengan kesepakatan bersama antara pemerintah desa terdampak dengan PT Angkasa Pura 1.

Selain itu, sebagian warga yang sudah menerima ganti rugi atas rumahnya biasanya masih memiliki lahan yang tak terdampak bandara meski masih berada di area desa yang sama. Lahan tersebut yang kemudian dibangun menjadi hunia baru dengan uang ganti rugi yang telah diterima. Sementara untuk warga yang memilih relokasi sendiri masih menunggu program relokasi yang dicanangkan pemerintah.

Agus mengatakan sampai saat ini belum menerimap pengajuan surat pindah penduduk satupun warganya. Ia berpendapat jika ini disebabkan sebagian besar warga terdampak di Desa Glagah lebih memilih relokasi. “Saya juga belum dengar jika ada warga yang mau pindah desa,”ujarnya.