HOTEL DI JOGJA : Menginap di Bhumi Hostel, Hadirkan Cerita Baru di Kotagede

Wisatawan yang menginap di Bhumi Hostel mencuci alat makan yang sudah mereka gunakan di Bhumi Hostel, Kotagede, Jogja, Senin (21/11/2016). (Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah)
27 November 2016 06:20 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Hotel di Jogja, Bhumi Hostel menghadirkan cara unik untuk menikmati wisata di Kotagede

Harianjogja.com, JOGJA--Salah satu tujuan wisata di Jogja adalah Kotagede dengan bangunan-bangunan kuno sebagai peninggalan sejarah dan kerajinan perak yang menjadi ciri khasnya. Bhumi Hostel yang berada di Kotagede menawarkan cara unik untuk menikmati wisata di wilayah ini.

Manager Bhumi Hostel Jack Rae mengungkapkan, penginapan ini memiliki konsep dormitory yang sudah umum ada di luar negeri.

"Kami tidak hanya ingin hadir sebagai penginapan tetapi juga menjembatani teman-teman dari belahan dunia untuk mengetahui kultur di Kotagede, DIY, dan Indonesia," ungkap dia dalam Tea Party di Bhumi Hostel, Kotagede, Jogja, Senin (21/11/2016) malam.

Bhumi Hostel hadir dengan desain seperti rumah Jawa yang memiliki taman di samping atau belakang rumah. Tanaman yang ditanam merupakan tanaman organik dan sering dipakai untuk memasak seperti cabai, jahe, dan lainnya.

Penginapan ini memiliki sistem dormitory di mana terdiri dari dormitory campur, khusus laki-laki, khusus perempuan, privat untuk dua orang, dan dormitory privat untuk enam orang

"Kami bisa menampung 26 hingga 30 orang kalau sedang penuh. Hostel ini sudah berjalan 1,5 tahun yang lalu," ungkap dia.

Keberadaan hostel semakin berkembang di Jogja. Namun, Bhumi Hostel ingin menyajikan pengalaman yang berbeda kepada para tamu dengan melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan seperti menyusuri Kotagede setiap pukul 16.00 WIB.

Mereka juga bisa bercengkrama dengan warga sekitar dan belajar mengenai kebudayaan di Jogja. Ada aktivitas internal juga seperti makan malam bersama. Adapun sajian yang dihidangkan merupakan makanan vegetarian sehingga semua bisa menikmati dan lebih sehat.

"Kami juga punya kucing dan anjing yang bisa diajak bermain dan berinteraksi," jelas dia.

Tingkat keterisian kamar juga sangat baik terutama ketika berbarengan dengan musim liburan wisatawan asing. Pasalnya, 98% dari tamu Bhumi Hostel merupakan wisatawan asing. Kebanyakan mereka datang dari Jerman, Belanda, dan Inggris. Konsep dormitory diakui belum populer di kapangan wisatawan dalam negeri.

Harga yang dipatok bermacam-macam tergantung dari jenis ruangan mulai dari Rp100.000 untuk mix dorm, Rp120.000 untuk female or male dorm, Rp230.000 untuk privat, dan Rp650.000 untuk dorm privat berkapasitas enam orang.

Di Bhumi Hostel, para tamu bisa menyumbangkan buku, menuangkan karya seni. Mereka juga diminta untuk bertanggung jawab dengan alat makan yang digunakan dengan mencucinya sendiri setelah makan dan minum.

Wisatawan yang berkunjung pun dapat belajar di spot-spot workshop
untuk belajar membuat kerajinan perak dan batik. Selain itu, mereka bisa menikmati ragam kuliner terkenal mulai dari jajanan kue kembang waru, kue kipo, jajanan legamara, dan kuliner sate sapi. Wisatawan yang berkunjung ke Kotagede dapat bermalam sembari menikmati keindahan spot-spot menarik selama beberapa hari.

Ada minuman khas Bhumi Hostel yakni teh hangat disajikan dengan cita rasa yang khas dengan perpaduan rempah, daun mint, sereh, dan dengan cita rasa passion fruit‚ÄĚl yang diolah menggunakan sari buah asli dan tentunya juga berkhasiat bagi kesehatan.

Salah satu tamu di Bhumi Hostel Miriam mengaku sangat senang bisa tinggal di hostel tersebut. Wanita asal Jerman itu tinggal selama tiga hari di Bhumi Hostel. Ia mengaku mendapatkan informasi mengenai Bhumi Hostel dari internet. "Saya senang tinggal di sini karena suasana yang lebih tenang. Saya jadi bisa benar-benar bersantai," ungkap dia.