INVESTASI GUNUNGKIDUL : Target Belum Tercapai, Ada Masalah Apa?

Sejak harga emas turun signifikan akihr pekan ini, investasi forex naik daun.(ilustrasi google.news)
29 November 2016 09:20 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Investasi Gunungkidul tahun ini masih perlu digenjot.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Realisasi target investasi di Gunungkidul belum memenuhi target. Hal ini terlihat dari nilai capaian yang masuk. Hingga akhir Oktober, dari target Rp850 miliar baru masuk sekitar Rp600 miliar.

Kepala Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (KPMPT) Gunungkidul Azis Saleh menyampaikan perkembangan sektor pariwisata menjadi perhatian kalangan investor. Sebab di sektor inilah penyumbang terbesar investasi di Gunungkidul. Selain itu, dari industri, pabrik garmen juga berkembang.

Selain dua sektor ini, kata Azis, lokasi di Pantai Selatan juga memiliki daya tarik yang lain. ini lantaran ada investor yang mau menanamkan modalnya senilai Rp300 miliar untuk pengembangan bibit udang di kawasan pantai di wilayah Saptosari.

“Lokasinya dekat dengan Baron Teknopark, dan saat ini masih dalam pengurusan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan [Amdal] dan mudah-mudahan di akhir tahun ini dapat selesai,” paparnya, Senin (28/11/2016)

Menurut dia, masalah amdal menjadi kendala sendiri karena prosesnya tidak mudah. Terlebih lagi dalam pengurusan, pemkab tidak menangani karena urusan tersebut ditangani oleh pemerintah provinsi.

“Semua butuh proses dan saya yakin jika izin itu dapat segera keluar maka investasi yang masuk bisa bertambah signifikan,” katanya lagi.

Sementara itu, Pejabat Sekda Gunungkidul Supartono mengatakan pemkab Gunungkidul tidak mempersulit investor untuk mengurus perizinan. Namun dalam prosesnya tetap diperlukan kehati-hatian agar hal tersebut tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

"Kita terbuka tapi dalam prosesnya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Supartono.

Dia pun berharap, ada koordinasi yang baik antara investor dengan KPMPT, selaku SKPD yang menangani masalah perizinan hingga penanaman modal. Baginya koordinasi tersebut sangat penting demi kepentingan kelancaran dalam proses penanaman modal.