HIV/AIDS JOGJA : PDGI Menyapa Kaum Waria

Berbagai elemen masyarakat Kediri, Minggu (1/2/2015), menyemarakkan kawasan Car Free Day Kota (CFD) Kediri di Jl. Dhoho, Kota Kediri, Jawa Timur dengan Kampanye Pencegahan Penularan HIV/AIDS. Komunitas Waria Kediri membagikan stiker, sementara lembaga swadaya masyarakat (LSM) pemerhati HIV/AIDS, pelajar/mahasiswa, komunitas penyuka sesama jenis, serta komunitas penderita HIV/AIDS Kediri membuat arak-arakan di kawasan hari tanpa kendaraan itu. (JIBI/Solopos/Antara - Rudi Mulya)
01 Desember 2016 03:20 WIB Jogja Share :

HIV/AIDS Jogja Penularan terus dicegah

Harianjogja.com, JOGJA -- Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Sleman memiliki cara tersendiri untuk memaknai peringatan Hari HIV/AIDS, Kamis (1/12/2016) ini.

PDGI bersama Fakultas Kedokteran Gigi  Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) melakukan pemeriksaan gigi terhadap komunitas waria di Wisma Kebaya,  Jalan Gowongan Lor, Kecamatan Jetis, Jogja.

Ketua PDGI Sleman Ahmad Syaify mengungkapkan, agenda tersebut merupakan kelanjutan rangkaian pemeriksaan terhadap kaum yang rentan terinfeksi HIV/AIDS. Sebelum menyapa para waria, PDGI juga melakukan pemeriksaan serupa pada tahanan kasus narkoba  lembaga pemasyarakatan (Lapas).

"Selain sebagai bentuk peringatan Hari HIV/AIDS se-dunia kami juga ingin mengedukasi kaum yang rentan terhadap penyakit ini. Untuk rangkaian yang kedua ini sebenarnya konsep awalnya hanya untuk kaum waria saja. Tapi ternyata dalam perkembangannuya ada kaum gay juga. Akhirnya kami layani juga," jelasnya di sela-sela acara berlangsung.

Dalam kesempatan itu para waria diperiksa kondisi rongga mulutmya, yang meliputi kondisi gigi, lidah hingga gusi.
Ahmad menerangkan, gejala HIV/AIDS dapat pula dilihat dari kondisi rongga mulut.