PENDIDIKAN TINGGI : Moratorium, Peluang Menambah Mahasiswa Terganjal Aturan

Ilustrasi wisuda mahasiswa (mahasiswastan.com)
01 Desember 2016 23:20 WIB Jogja Share :

Pendidikan Tinggi untuk martorium mengakibatkan peningkatan jumlah mahasiswa terhambat

Harianjogja.com, JOGJA - Perguruan tinggi swasta (PTS) di Jogja tidak menjadikan moratorium pendirian perguruan tinggi yang dikeluarkan Kementerian Riset dan Teknologi Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai kesempatan mendulang lebih banyak mahasiswa.  Kampus-kampus swasta di Kota Pendidikan ini terbentur aturan dari Kemenristekdikti terkait jumlah rasio antara dosen dan mahasiswa.

Ketua Penjaminan Mutu Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta indonesia (APTISI) DIY Johannes Eka Priyatma menyatakan, untuk saat ini tidak mungkin memaksakan penambahan kuota jumlah mahasiswa. Pasalnya perbandingan antara dosen dan mahasiswa di kampus DIY sudah maksimal.

"Tentu sebenarnya ini bisa jadi peluang. Tapi aturan rasio dosen dan mahasiswa dari pemerintah kan sangat ketat." papar sosok yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Sanata Dharma (USD) itu kepada Harianjogja.com, Kamis (1/12/2016).

Johannes pun menjelaskan selama itu kendala rasio dosen dan mahasiswa itu juga menjadikan sejumlah kampus berskala besar mengalami keterbatasan dalam perekrutan mahasiswa baru.

Dia memberikan gambaran, di USD selama ini hanya menerima 2800 mahasiswa baru. Padahal yang mendaftar mencapai puluhan ribu. Secara rasio perbandingan, jumlah mahasiswa dan dosen sudah merata sehinga penambahan kuota mahasiswa pun tidak bisa dipaksakan.