BPJS KESEHATAN : Kader JKN Dilantik untuk Meningkatkan Kepesertaan

02 Desember 2016 15:23 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

BPJS Kesehatan akan melantik Kader JKN untuk meningkatkan kepesertaan

Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk meningkatkan kepesertaan jaminan kesehatan nasional (JKN) BPJS Kesehatan Cabang Sleman Kulonprogo melantik kader-kader JKN. Selain memberikan informasi terkait program BPJS Kesehatan, kader JKN juga menerima pendaftaran menjadi peserta.

Menurut BPJS Sleman, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman Kulonprogo Janoe Tegoeh Prasetijo mengatakan, pembentukan kader JKN bulan ini merupakan langkah awal. Para kader yang dilantik sebagai perpanjangan tangan BPJS Kesehatan untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

"Kami tidak bisa menjangkau rumah per rumah sehingga dibentuk kader-kader JKN," ujarnya di sela-sela pembekalan dan pelantikan kader JKN untuk BPJS Kesehatan wilayah Sleman, Kamis (1/12/2016).

Dia menjelaskan, keberadaan para kader JKN nantinya tidak hanya sebatas memberikan informasi mengenai progran BPJS, tetapi juga dapat menerima pendaftaran calon peserta BPJS Kesehatan.

"Tentu mereka juga dibekali dengan pengetahuan program BPJS. Termasuk mengingatkan peserta jika iurannya tidak dibayar," katanya.

Menurutnya, cakupan peserta bukan penerima upah atau PBPU sampai saat ini masih sangat rendah bila dibandingkan cakupan peserta JKN atas jumlah penduduk.

Capaiannya secara nasional baru 67%. Per Juli 2016, jumlah peserta penerima bantuan iuran (PBI) dari APBN berupa kartu KIS sebanyak 91,17 juta. Sementara peserta PBI dari PBI APBD (Jamkesmas) hanya 13,70 juta.

Adapun peserta non PBI tanpa PBPU sebanyak 45,14 juta. Adapun peserta PBPU secara nasional hanya 17,70 juta dari 66,3 juta atau 27%. Total jumlah peserta JKN sebanyak 167,71 juta dari 250 juta atau baru mencapai 64% jumlah penduduk.

"Untuk total kepesertaan BPJS di Sleman sampai saat ini sebanyak 712.838 peserta. Dari jumlah tersebut yang PBPU atau mandiri sebanyak 88.404 peserta," tandasnya.

Plt Sekda Sleman Iswoyo Hadiwarno yang melantik para kader JKN tersebut berharap agar para kader bekerja dengan baik. Dia mengingatkan jika hasil kerja mereka akan dievaluasi BPJS.

"Ini merupakan tantangan. Sebaiknya kulonuwun ke pak camat atau lurah. Itu sebagai dukungan moril saat terjun ke masyarakat," harapnya.

Dia juga berharap agar para kader menjaga kepercayaan yang diberikan  oleh BPJS Kesehatan. Pasalnya selain bertugas memberikan informasi terkait program JKN mereka juga dapat menerima pendaftaran calon peserta. "Tidak menutup kemungkinan, ada peserta yang menitipkan iuran atau pendaftaran. Tidak mau repot, nitip ke kader. Kalau tidak sampai, ini salah satu yang perlu dipertanggungjawabkan untuk menjaga kepercayaan masyarakat," katanya.