BATIK KULONPROGO : Unik, Peragaan Busana di Jalan Desa

Salah satu peserta dalam festival Batik on the Street yang diselenggarakan di Lendah, pada Minggu (4/12/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
05 Desember 2016 07:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Batik Kulonprogo dikenalkan pada warga melalui peragaan busana di pedesaan

Harianjogja.com, KULONPROGO-Sedikitnya sepuluh pengrajin batik tampil dalam Fetival Batik on the Street yang digelar di Lendah pada Minggu (4/12/2016). Karya para pengrajin ini ditampilkan dalam pawai dari Balai Desa Gulurejo hingga Balai Desa Ngentakrejo.

Rahmat Bayu, ketua panitia menjelaskan kegiatan ini merupakan kegiatan dari pemerintah provinsi khususnya Dinas Pariwisata DIY. Acara ini berupaya mengedepankan produk khas Desa Ngentakrejo dan Gulurejo yang merupakan rintisan desa wisata batik.

Dengan perkembangan pembangunan di Kulonprogo, batik lokal juga diharapkan mampu menarik minat wisatawan. “Batik harus mampu menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk datang ke Kulonprogo,” jelasnya.

Disebutkan, terdapat paling tidak 20 pengrajin di kedua desa ini yang turut mengembangkan industri batik.

Sementara itu, Phita Kristanti, salah satu pengunjung menyatakan ketertarikannya dengan batik Kulonprogo lewat acara ini. “Acaranya bagus, apalagi untuk mengenalkan batik Kulonprogo,” urainya.

Selama ini, batik lebih sering dikenal sebagai busana orang tua pada acara-acara resmi.

Namun, dengan sejumlah acara yang digelar, masyarakat awam dari berbagai usia bisa mengenal dan mengenakan batik. Phita menjelaskan jika acara serupa terbukti mampu menggeser kesan batik sehingga mulai banyak dikenakan sebagai busana sehari-hari. Di sisi lain, pendidikan membatik juga mulai banyak diajarkan hingga ke level pendidikan SD.