KECELAKAAN BANTUL : Telan Korban, Ini Upaya Warga Siasati Tambang Batu Breksi

Papan larangan berenang telah dipasang di lokasi galian tambang batu breksi, di Dusun Srumbung, Desa Segoroyoso, Kecamatan Pleret yang menjadi tempat tengelamnya dua bocah saat berenang kemarin. Senin (5/12) (Irwan A. Syambudi/JIBI - Harian Jogja)
06 Desember 2016 08:20 WIB Irwan A Syambudi Bantul Share :

Kecelakan Bantul terjadi di tambang Batu Breksi

Harianjogja.com, BANTUL — Kawasan tambang batu breksi di Dusun Srumbung, dan Dusun Trukan, Desa Segoroyoso, Kecamatan Pleret menewaskan sedikitnya empat orang dalam lima tahun terakhir. Tambang yang dikelola masyarakat sejak 1984 itu menyisakan sejumlah lubang yang membahayakan.

(Baca Juga :http://www.solopos.com/2016/12/05/kecelakaan-bantul-sudah-ada-4-korban-di-lubang-tambang-774361"> KECELAKAAN BANTUL : Sudah Ada 4 Korban di Lubang Tambang)

Walidi, Salah seorang penambang menyampaikan korban tewas di lokasi tambang di Dusun Srumbung tidak hanya anak-anak. Pada 2015 lalu seorang pengendara motor yang melintas di lokasi tambang mengalami kecelakaan. Pengendara motor itu tergelincir dari tebing setinggi 25 meter yang tengah ditambang.

Kendati demikian, dia mengakui lokasi tambang tersebut memang sering dijadikan tempat berenang bagi anak-anak. Terlebih ketika musim hujan datang sebagian lubang yang telah ditambang terisi air hujan.

“Kalau pas tidak hujan ya masih ditambang. Ini betel-nya masih ada,” kata dia sambil menunjukkan tiga buah betel yang masih menancap di batuan pinggir kubangan air, tempat dua bocah tewas tenggelam kemarin.

Kini lokasi lokasi tambang tengelamnya dua bocah tersebut telah dipasang papan larangan untuk berenang. Atas dasar inisiatif warga dan polisi, air yang semula berada dalam kubangan setinggi lima meter itu juga telah dikeringkan dengan mengunakan pipa plastik.

“Airnya dibuang supaya tidak dipakai renang lagi,” kata warga Srumbung itu.

Diberitakan sebelumnya, dua orang bocah  tewas di lokasi tambang tersebut. Adiga Hermansyah, 14, bocah asal Dusun Karanggayam, Desa  Segoroyoso, Kecamatan Pleret dan Galang Okta Prayoga, 14, asal Desa Gedongkuning, Kecamatan Banguntapan tewas tengelam saat tengah berenang bersama delapan orang kawanya.