Pemkot Jogja Siapkan Pengoperasian Nomor Telepon Darurat 112

BISNIS - KELIK TARYONO
12 Desember 2016 05:18 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Pemerintah Kota Jogja masih menunggu hibah peralatan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika guna operasional nomor telepon tunggal untuk pelayanan kegawatdaruratan, 112

Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Kota Jogja masih menunggu hibah peralatan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika guna operasional nomor telepon tunggal untuk pelayanan kegawatdaruratan, 112.

"Ada tiga skema yang ditawarkan kementerian untuk operasional nomor tunggal kegawatdaruratan. Dari tiga skema itu, kami memilih hibah. Sampai sekarang, kami masih menunggu hibah peralatan dari kementerian untuk operasionalnya," kata Kepala Bagian Teknologi Informasi dan Telematika (TIT) Kota Jogja, Sukadarisman, Sabtu (11/12/2016).

Menurut dia, Pemerintah Kota Jogja memilih skema hibah peralatan karena lebih sesuai dengan kondisi Kota Jogja dibanding skema sewa peralatan selama tiga tahun atau skema swakelola.

Selain menunggu peralatan, Pemerintah Kota Jogja juga menyiapkan operator yang nantinya akan bertugas untuk memberikan layanan kepada masyarakat yang mengakses nomor telepon tunggal kegawatdaruratan tersebut.

"Tugas operator sangat penting karena mereka yang nantinya akan mengumpulkan informasi dari masyarakat agar tidak salah saat mengirimkan bantuan. Misalnya saja, apakah korban kecelakaan sudah meninggal dunia atau masih dalam kondisi sadar," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Dalam tahap awal, Sukadarisman mengatakan Kota Jogja setidaknya membutuhkan dua operator untuk menerima telepon.

"Keberadaan nomor tunggal kegawatdaruratan sudah dibutuhkan masyarakat. Namun, banyak warga yang sebenarnya sudah cukup mengenal layanan kegawatdaruratan Yogyakarta Emergency Services (YES) 118," katanya.

Ia berharap meskipun nantinya hanya akan ada satu nomor tunggal layanan kegawatdaruratan, namun muatan lokal dalam layanan YES 118 bisa tetap dipertahankan.

Muatan tersebut adalah, pemerintah menanggung biaya kesehatan 1x24 jam pertama jika ada warga yang mengakses layanan kegawatdaruratan.

"Dalam kurun waktu lima tahun, seluruh layanan kegawatdaruratan diharapkan sudah bisa diintegrasikan dan berjalan dengan baik," katanya.

Jogja adalah satu dari 100 kota di Indonesia yang akan menjalankan nomor tunggal kegawatdaruratan yang diharapkan sudah dapat dijalankan mulai 2017.