NATAL & TAHUN BARU : Jogja Diperkirakan akan Padat, Pengamanan Ditambah

JIBI/Desi SuryantoSejumlah pesepeda menempelkan poster kritik dan kampanye bersepeda dalam acara Jogja Last Friday Ride (JLFR) 44 di Jalan Abu Bakar Ali, Yogyakarta, Jumat (27/12 - 2013). Mereka mengkritisi kemacetan arus lalu lintas yang sering terjadi saat musim liburan dan pertumbuhan hotel di Yogyakarta. JLFR terus mengajak warga masyarakat untuk kembali menggunakan sepeda sebagai alat transportasi.
15 Desember 2016 10:55 WIB Sunartono Jogja Share :

Natal & Tahun Baru, jutaan kendaraan diperkirakaan masuk Jogja

Harianjogja.com, JOGJA -- Adanya kenaikan jumlah penumpang dan kendaraan yang masuk ke DIY itu, kata Kabid Angkutan Darat Dinas Perhubungan DIY Harry Agus Triono, disebabkan libur Natal dan Tahun Baru bersamaan dengan liburan sekolah. Sehingga dimungkinkan Jogja sebagai detinasi wisata akan dibanjiri pengunjung dari berbagai daerah. Penumpang yang menggunakan transportasi, diprediksi akan banyak memakai kereta api dan pesawat udara terutama untuk menghindari kemacetan.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/12/14/natal-tahun-baru-141-juta-mobil-pribadi-sepeda-motor-diprediksi-bakal-masuk-jogja-776582">NATAL & TAHUN BARU : 1,41 Juta Mobil Pribadi & Sepeda Motor Diprediksi Bakal Masuk Jogja)

"Sehingga banyak [yang datang] terutama tanggal 25 sampai 30 [Desember]. [Peningkatan] kendaraan juga sama. Kalau urutan tertinggi pengguna biasanya kereta api, bandara dan kendaraan pribadi," ujarnya, Rabu (14/12/2016)

Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dhofiri menegaskan, untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru pihaknya menyiapkan dua per tiga dari seluruh kekuatan yang ada di Polda DIY. Meski sebenarnya hanya 1.627 anggota yang masuk dalam penganggaran.

"Kami all out, semua anggota dikerahkan kecuali yang beragama Nasrani kita persilahkan untuk cuti yang lainnya terlibat pengamanan, siaga satu," ungkapnya di DPRD DIY.

Terkait kemacetan, lanjutnya, di Jogja terlalu banyak persimpangan sehingga banyak pemberhentian yang dapat kemacetan. Jalan lingkar juga sudah ada namun di sela-selanya terdapat persimpangan yang justru memicu kemacetan. Sebanyak 15 titik CCTV akan menjadi media pemantauan secara live terkait kemacetan lalu lintas. CCTV itu terkoneksi langsung dengan RTMC Ditlantas Polda DIY sehingga bisa langsung ditindaklanjuti untuk mengurai kemacetan.

"Nanti akan ada pengaturan di jam-jam tertentu, kira-kira jalur yang paling banyak arusnya untuk bisa dimanajemen durasi lampu traffic light-nya. Karena Jogja banyak sekali persimpangan," ungkap mantan Waka Polda DIY ini.