ALUN-ALUN WATES : Jangan Diubah, Tapi Ditata Sekelilingnya

15 Desember 2016 14:55 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Alun-alun Wates akan ditata sekelilingnya

Harianjogja.com, KULONPROGO-Penataan Alun-Alun Wates diminta tetap mempertahankan fungsi yang sudah selama ini. Dibandingkan pusat alun-alun, penataan dinilai lebih dibutuhkan untuk area yang ada di sekeliling pusat kota Wates itu.

Hal tersebut disampaikan oleh Muhtarom Asrori, Ketua Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Kulonprogo pada Rabu (14/12/2016). “Jangan mengurangi dan merubah yang sudah ada tapi harus ditata sekelilingnya,” tegasnya.

Sekeliling alun-alun salah satunya yakni keberadaan bangunan Dinas Kesehatan Kulonprogo, Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II Wates, dan gedung perbankan.

Menurutnya, sejumlah gedung tersebut harus dipindah agar fungsi alun-alun sebagai pusat kegiatan masyarakat bisa berjalan sepenuhnya. Dengan demikian, area barat alun-alun bisa dijadikan pusat kuliner, taman bermain, maupun sarana ibadah.

Para pedagang kaki lima (PKL) yang ada juga bisa ditata dan diatur agar lebih representatif bagi pengunjung. Selain itu, fungsi trotoar sebagai lokasi bagi para pejalan kaki diharapkan bisa dikembalikan dan tak lagi tergerus oleh kendaraan.

Muhtarom juga menegaskan jika tata ruang alun-alun Wates sebaiknya tidak dijadikan menjadi 1 lapangan. Pasalnya, ini akan merubah sejarah ruang terbuka publik tersebut dan mengganggu fungsi lapangan alun-alun. Selama ini, lapangan tersebut juga digunakan sebagai sarana olahraga bagi siswa sejumlah sekolah yang berada di sekitar alun-alun.

Selama ini, sejumlah siswa memanfaatkan lapangan alun-alun yang terbagi menjadi untuk kegiatan olahraga. Muhtarom menyebutkan paling tidak siswa dari 20 sekolah yang ada di Wates sering memanfaatkan alun-alun tersebut. Karena itu, jika lapangan dijadikan 1 maka luasannya tidak akan mampu menampung para penggunanya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kulonprogo, Robert Goenoeng Poerwohandoko menjelaskan jika telah dilakukan penyusunan masterplan untuk penataan Alun-Alun Wates. Penyusunan masterplan ini dilakukan dengan pendanaan yang bersumber dari APBD Perubahan 2016.

Dalam rencana tersebut, ia menyatakan tidak ada rencana untuk mengubah tatanan lapangan di alun-alun. “Hanya saja memang ada beberapa perubahan yang kontras di alun-alun,” ujarnya.

Harapannya, alun-alun akan menjadi ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat Wates khususnya dan Kulonprogo umumnya. Namun, rencana tersebut baru rencana awal berupa pembagian zonasi.

Ia memprediksi pembangunan baru bisa dilakukan pada tahun 2018 mendatang. “Targetnya dalam 5 tahun sudah nampak hasilnya,” ujarnya.

Pemerintah daearah sendiri sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah stakeholder serta masyarakat yang terkait mengenai rencana ini. Goenoeng menerangkan jika penataan alun-alun ini akan mengedepankan fasilitas publik yang ramah bagi berbagai usia.