PILKADA KULONPROGO : Partisipasi Pemilih Pemula Bukan Hanya saat Pemungutan Suara Saja Loh!

16 Desember 2016 13:20 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Pilkada Kulonprogo akan diikuti ribuan pemilih pemula

Harianjogja.com, KULONPROGO-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo menggencarkan sosialisasi Pilkada 2017 bagi pemilih pemula. Mereka diharapkan tidak melewatkan kesempatan menggunakan hak pilih untuk pertama kalinya pada 15 Februari 2017 mendatang.

Sebanyak 8.621 orang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Kulonprogo 2017. Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kulonprogo, Panggih Widodo mengatakan, sosialisasi terhadap pemilih pemula perlu digencarkan agar mereka memiliki pemahaman yang cukup terkait politik dan demokrasi.

“Sosialisasi sebelumnya sudah dilakukan oleh PPK di setiap kecamatan. Kali ini kami juga mengadakan untuk tingkat kabupaten,” ujar Panggih usai menjadi pemateri sosialisasi Pilkada 2017 bagi pemilih pemula di kompleks Dinas Pendidikan Kulonprogo, Kamis (15/12/2016).

Panggih menjelaskan, materi sosialisasi tidak hanya seputar imbauan untuk menggunakan hak pilih pada hari pemungutan suara. Para pemilih pemula juga diharapkan berpartisipasi dalam tahapan lainnya, seperti memastikan dirinya telah masuk dalam DPT.

Mereka juga diharapkan menjadi pemilih yang cerdas dengan bisa mencari informasi terkait calon bupati dan wakil bupati sebelum menentukan pilihan masing-masing.

Sosialisasi juga dilengkapi dengan kegiatan simulasi mekanisme pemungutan suara. Cara itu diharapkan meningkatkan pemahaman para pemilih pemula mengenai apa saja yang mesti dilakukan di tempat pemungutan suara (TPS). “Misalnya mereka juga harus paham kalau surat suara yang diterima dalam keadaan rusak, itu mesti minta ganti,” ucap Panggih.

Seorang peserta sosialiasi bernama Khoiriyah mengaku sempat grogi saat mengikuti simulasi pemungutan suara. Meski begitu, dia merasa senang karena jadi lebih memahami mekanisme yang berlaku. Dia menyatakan siap menggunakan hak pilih secara perdana pada Pilkada 2017 nanti. “Setelah ikut sosialisasi, jadi lebih tahu caranya memilih pemimpin yang baik dan prosedurnya bagaimana,” ungkap siswa SMA Negeri 2 Wates itu.